REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Laporan mengenai dampak serangan Israel dan AS ke sejumlah wilayah di Iran mulai bermunculan. Salah satu serangan itu menghantam sekolah dan menewaskan 24 orang.
Kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan di Iran selatan.
Baca Juga
Dubes Indonesia Sebut Iran Diserang ‘Negara Lain’, Kondisi 329 WNI Masih Aman
Ini Profil Pangkalan-Pangkalan AS yang Diserang Iran
Iran 'Mengamuk', Lima Pangkalan AS di Timur Tengah Dirudal, Riyadh Juga Kena Bom
Awalnya dilaporkan bahwa lima siswa meninggal. Kantor berita Iran, Fars, kemudian melaporkan bahwa jumlah pelajar yang terbunuh meningkat menjadi 24 orang.
Dengan kematian di sekolah itu, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel ke Iran dilaporkan melonjak menjadi 40 orang, menurut kantor berita pemerintah IRNA.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kantor berita Fars mengatakan para pejabat senior Iran “dalam kondisi kesehatan yang sempurna”, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan kepala keamanan Ali Larijani.
Orang-orang mencari perlindungan menyusul serangan AS-Israel di Teheran, 28 Februari 2026. - (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
“Meskipun sumber-sumber Israel mengklaim telah menargetkan dan berhasil menyerang presiden dan para pemimpin senior Iran, sumber-sumber resmi di negara tersebut melaporkan bahwa para pejabat senior rezim, termasuk para pemimpin angkatan bersenjata, berada dalam kondisi kesehatan yang sempurna,” kata laporan itu.
Dewan Keamanan Nasional Iran telah menyarankan warganya untuk meninggalkan ibu kota, Teheran. “Anda harus, sejauh mungkin dan tetap tenang, melakukan perjalanan ke tempat dan kota lain jika Anda bisa,” kata badan keamanan negara itu dalam sebuah pernyataan.