FAJAR, TEHERAN – Konflik Timur Tengah kini semakin meluas hingga mengguncang wilayah Qatar, UEA, dan Kuwait. Ledakan dahsyat dilaporkan terdengar di sejumlah titik strategis negara-negara kawasan Teluk tersebut.
Jalur udara dunia terpaksa ditutup total demi menjaga keselamatan seluruh penerbangan sipil internasional. Eskalasi militer ini menyusul serangan besar yang dilancarkan Amerika Serikat menuju Teheran hari ini.
Dampak gempuran udara AS dan Israel ke Iran mulai merembet ke negara-negara tetangga. Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi mengumumkan penutupan wilayah udara (airspace) mereka untuk alasan keamanan nasional.
Langkah drastis ini diambil guna melindungi kedaulatan wilayah di tengah situasi perang yang kian tak terkendali.
Laporan dari Reuters menyebutkan ledakan keras mengguncang Abu Dhabi, ibu kota UEA, yang disertai kepulan asap membubung tinggi dari pusat kota.
Fenomena ini memicu kekhawatiran bahwa konflik bersenjata telah melampaui batas wilayah Iran dan mulai menyasar negara-negara transit utama.
Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa serangkaian ledakan yang terdengar di Doha merupakan hasil dari aktivitas sistem pertahanan udara.
Otoritas setempat menyatakan telah berhasil mencegat (intercepted) sejumlah rudal yang mencoba menembus wilayah kedaulatan mereka sebelum mencapai sasaran utama.
Kondisi serupa terjadi di Kuwait, di mana menurut laporan Al Jazeera, sirene peringatan segera meraung di seluruh penjuru kota sesaat setelah ledakan terdengar.
Penutupan jalur udara oleh tiga negara ini diprediksi akan melumpuhkan rute penerbangan Asia-Eropa, mengingat bandara di Doha dan Abu Dhabi adalah penghubung global paling krusial.
Bahrain Siaga Satu
Tak hanya tiga negara tersebut, wilayah Manama, Bahrain, juga dilaporkan diguncang ledakan pada Sabtu (28/2/2026).
Bahrain, yang merupakan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, kini berada dalam status siaga tinggi dengan sirene darurat yang terus berbunyi.
Situasi ini semakin memanas setelah adanya peringatan keras dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer lawan akan dipukul hingga tidak mampu bangkit kembali.
Di sisi lain, Kedutaan Besar Iran di Jakarta mendesak dunia internasional, termasuk Indonesia, untuk mengecam agresi ini karena dianggap mengancam perdamaian global secara nyata. (*)





