JAKARTA, DISWAY.ID - Aktivitas perdagangan di kawasan perbatasan menunjukkan tren positif.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP RI) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau memfasilitasi ekspor komoditas ikan konsumtif dari Kabupaten Kapuas Hulu menuju Sarawak, Malaysia, Rabu, 25 Februari 2026.
Sebanyak 530 kilogram (kg) ikan konsumtif diberangkatkan dengan total nilai ekspor mencapai Rp85.000.000.
BACA JUGA:Pererat Silaturahmi, Ketua Dewan Pembina PSI Banten Sahur Bersama Warga
BACA JUGA:54 Perwira Polri Dirotasi, Disebut Pembinaan Karier dan Penyegaran
Komoditas tersebut meliputi ikan betutu 20 kilogram, ikan jelawat 150 kilogram, ikan kelabau 30 kilogram, ikan patin atau seladang 140 kilogram, ikan tapah 150 kilogram, serta ikan tengalan 40 kilogram.
Sebelum diberangkatkan, seluruh komoditas menjalani pemeriksaan oleh petugas Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT). Pemeriksaan mencakup verifikasi dokumen administrasi dan pengecekan fisik untuk memastikan ikan dalam kondisi sehat, aman, serta memenuhi persyaratan karantina.
Setelah dinyatakan layak, komoditas dikirim ke Sarawak melalui PLBN Badau. Dalam pelaksanaannya, PLBN Badau memastikan kelancaran proses ekspor melalui koordinasi antarinstansi serta dukungan pelayanan kepabeanan, keimigrasian, dan karantina (CIQ).
Kepala Satuan Pelayanan BKHIT PLBN Badau, Adrian, menyampaikan bahwa kegiatan ekspor ini menjadi bukti nyata peran kawasan perbatasan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Ekspor komoditas perikanan ini merupakan implementasi nyata peran masyarakat dan CIQ terhadap tujuan dihadirkannya PLBN di kawasan perbatasan, yaitu untuk menggerakkan roda perekonomian. Tugas kami adalah memastikan produk yang dikirim dalam kondisi aman dan sehat melalui pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.
BACA JUGA:Kakorlantas: Operasi Ketupat 2026 Tak Hanya Atur Lalin, Tapi Utamakan Keselamatan Pemudik
Sementara itu, Kepala PLBN Badau, Wendelinus Fanu, menegaskan bahwa ke depan akan dilakukan ekstensifikasi produk ekspor sebagai bagian dari strategi penguatan perdagangan lintas batas.
“Ke depan, kami tidak hanya mendorong komoditas perikanan dan pertanian, tetapi juga membuka peluang bagi produk unggulan lainnya dari masyarakat perbatasan untuk dapat difasilitasi ekspornya melalui PLBN Badau. Melalui koordinasi dan sinergi yang solid antarinstansi CIQ, kami ingin memastikan seluruh potensi daerah yang memenuhi ketentuan dapat berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” tegas Wendelinus.
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, total nilai ekspor ikan melalui PLBN Badau tercatat mencapai Rp907.428.000. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan perbatasan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat.
Melalui fasilitasi ekspor ini, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor di PLBN Badau guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas perbatasan.
- 1
- 2
- »





