Bisnis.com, JAKARTA — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) membukukan peningkatan penjualan dan laba bersih sepanjang tahun 2025 lalu. SIDO membukukan penjualan sebesar Rp4,07 triliun, dengan laba bersih Rp1,22 triliun sepanjang tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangannya, SIDO mencetak penjualan sebesar Rp4,07 triliun pada tahun 2025. Penjualan ini meningkat 4,10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,91 triliun.
Penjualan ini dikontribusikan dari jamu herbal dan suplemen sebesar Rp2,49 triliun, lalu penjualan makanan dan minuman senilai Rp1,45 triliun, serta farmasi sebesar Rp128,2 miliar.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan SIDO juga ikut meningkat 5,96% dari sebelumnya Rp1,61 triliun pada 2024, menjadi Rp1,71 triliun sepanjang tahun 2025.
Adapun laba bruto produsen Tolak Angin ini juga tercatat naik 2,79% menjadi Rp2,36 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun secara tahunan.
Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO juga naik menjadi Rp1,22 triliun pada 2025. Laba bersih ini naik 4,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun.
Laba per saham dasar SIDO juga ikut meningkat dari Rp39,03 pada 2024, menjadi Rp41,36 per saham pada 2025.
Total aset SIDO sepanjang 2025 turun menjadi Rp3,68 triliun, dari Rp3,93 triliun pada 2024.
Total liabilitas SIDO naik sampai akhir 2025 menjadi Rp561,44 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp451,78 triliun pada akhir 2024.
Adapun total ekuitas SIDO turun dari sebelumnya Rp3,48 triliun di akhir Desember 2024, menjadi Rp3,12 triliun di akhir Desember 2025.





