Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di Den Haag, Belanda, mencatat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia meraih potensi transaksi sebesar 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,5 miliar. Nilai tersebut berasal dari penjajakan bisnis produk gudeg kaleng dan santan olahan ke pasar Belanda.
Atase Perdagangan RI Den Haag, Annisa Hapsari, menjelaskan potensi transaksi diperoleh melalui kegiatan business matching daring antara PT Risquna Dewaksara dan PT Aloe Vera Indonesia dengan importir Belanda, Interaromat BV.
Menurut Annisa, produk makanan berbasis nabati memiliki peluang besar di Belanda, terutama karena tingginya minat konsumen terhadap makanan etnik dan produk olahan asal Indonesia. Hal ini membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas penetrasi pasar ke kawasan Eropa.
Ia menambahkan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) akan terus memantau perkembangan hasil penjajakan bisnis tersebut dan memfasilitasi tindak lanjut yang diperlukan.
Sebagai langkah promosi lanjutan, kedua UMKM diminta mengirimkan sampel produk ke Belanda. Produk tersebut akan dipamerkan di Rumah Pameran (Trade Display) Indonesia House Amsterdam guna mempermudah pengenalan kepada calon pembeli.
“Display produk sangat membantu memperkenalkan barang kepada buyer potensial,”kata Annisa dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Februari 2026.
Annisa juga mendorong para eksportir makanan dan minuman Indonesia untuk memanfaatkan peluang pasar Belanda dan Eropa, khususnya untuk produk berbasis nabati dengan nilai etnik yang kuat. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya memenuhi standar mutu, menjaga konsistensi pasokan, serta mematuhi regulasi impor pangan Uni Eropa.
Perdagangan RI–Belanda Surplus
Dari sisi kinerja perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia dengan Belanda pada 2025 tercatat mencapai 6,58 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Belanda sebesar 5,69 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Belanda 888,24 juta dolar AS, sehingga Indonesia mencatat surplus 4,81 miliar dolar AS.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Belanda meliputi lemak dan minyak hewani maupun nabati, alas kaki, produk kimia, bahan kimia organik, serta mesin dan perlengkapan listrik.
Sementara itu, pada 2024 total perdagangan kedua negara mencapai 5,73 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia tercatat 4,75 miliar dolar AS dan impor 984,51 juta dolar AS, dengan surplus sebesar 3,77 miliar dolar AS.
Kemendag optimistis potensi transaksi produk pangan olahan ini dapat semakin memperkuat kinerja ekspor Indonesia ke pasar Eropa ke depan.
Editor: Redaktur TVRINews





