Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Maros
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie telah meninjau dua titik calon lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada Jumat, 28 Februari 2026. Di mana, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi kesiapan lahan sebelum proses pembangunan dimulai.
Ia mengatakan, jika peninjauan ini difokuskan pada aspek teknis, legalitas lahan, hingga kemungkinan pengembangan kawasan pendidikan yang terintegrasi dengan pusat riset.
Tak hanya itu, pemerintah menargetkan sekolah ini menjadi model pendidikan menengah berbasis sains dan teknologi yang terhubung langsung dengan praktik penelitian di lapangan.
“Lokasinya memiliki panorama yang sangat baik. Namun yang terpenting, di sekitar sini sudah ada aktivitas riset yang relevan, termasuk inseminasi sapi untuk meningkatkan produksi susu dan kualitas genetik ternak nasional,” ujar Stella kutip Sabtu, 28 Februari 2026.
Berdasarkan perencanaan awal, kebutuhan lahan untuk SMA Unggul Garuda diperkirakan sekitar dua hektare dengan kontur relatif rata. Area utama seperti ruang belajar, laboratorium, dan sarana olahraga dirancang berdiri di atas lahan datar seluas 1 hingga 1,5 hektare guna menjamin keamanan serta efektivitas pembangunan.
Selain meninjau lokasi sekolah, Stella juga melihat langsung fasilitas riset peternakan di kawasan tersebut.
“Laboratorium produksi semen beku sapi dan kerbau di lokasi itu telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berperan dalam program peningkatan mutu ternak,” ujarnya
Di mana, fasilitas tersebut diketahui telah bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dalam pengembangan riset teknologi reproduksi ternak.
Melalui jaringan distribusi ke berbagai daerah, hasil produksi semen beku dimanfaatkan untuk memperkuat populasi dan kualitas genetik sapi di sejumlah kabupaten/kota.
Teknologi Inseminasi Buatan (IB) menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan. Dalam praktiknya, satu pejantan unggul dapat menghasilkan hingga 10 ribu straw per tahun.
Dari sekitar 5 cc semen yang dihasilkan sekali ejakulasi, dapat diproses menjadi ratusan straw untuk inseminasi, dengan tingkat keberhasilan kebuntingan mencapai sekitar 75 persen.
Pemerintah berharap kehadiran SMA Unggul Garuda di Maros nantinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan berkualitas, tetapi juga tumbuh sebagai bagian dari ekosistem riset terapan yang memberi dampak langsung bagi kebutuhan strategis nasional.
Editor: Redaksi TVRINews





