Jakarta, VIVA – Film drama keluarga Titip Bunda di Surga-Mu akhirnya resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia. Diproduksi oleh RRK Pictures bersama Spectrum Film dan Festival Pictures, film ini hadir di momen Ramadhan menuju Lebaran—waktu yang identik dengan tradisi pulang dan berkumpul bersama keluarga.
Namun, “pulang” dalam film ini tidak sekadar dimaknai sebagai kembali ke rumah secara fisik. Kisahnya mengajak penonton menengok kembali relasi paling mendasar dalam hidup: hubungan anak dan ibu, lengkap dengan luka, penyesalan, dan cinta yang kerap tak terucap. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
Sebelum resmi dirilis secara nasional, film ini lebih dulu menyapa penonton lewat rangkaian special screening dan roadshow di sejumlah kota di Pulau Jawa. Respons yang muncul terbilang emosional—tak sedikit penonton yang keluar studio dengan mata sembap.
Salah satu penonton bahkan mengungkapkan kesan mendalamnya usai menyaksikan film tersebut.
“Nonton ini bareng keluarga, ternyata keluar bioskop malah bikin tambah sayang sama ibu," ujar penonton dalam keterangannya, dikutip Sabtu 28 Februari 2026.
Acha Septriasa: Film Ini Ruang Aman untuk Melepas Emosi
Aktris Acha Septriasa yang memerankan karakter Alya menilai film ini relevan dengan dinamika keluarga masa kini. Ia menyebut kisahnya sebagai undangan untuk berani menghadapi luka yang kerap dipendam.
“Cerita keluarga yang berani menyentuh luka terdalam yang sering kali kita simpan sendiri ini sangat penting untuk penonton masa kini. Lewat film ini, kita diajak untuk berani menghadapi luka keluarga kita bersama-sama, menyembuhkannya, dan pada akhirnya, kembali memeluk keluarga kita erat-erat,” ungkap Acha.
Tentang Penyesalan, Rahasia, dan Cinta Ibu
Diadaptasi dari novel best-seller karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata, film ini berkisah tentang tiga bersaudara yang tergoda mencuri harta orang tua demi ambisi masing-masing. Tanpa mereka sadari, harta tersebut justru dikumpulkan sang ibu untuk masa depan mereka.
Konflik memuncak ketika sang ibu sakit keras. Rasa bersalah mulai menghantui ketiganya, terlebih saat terungkap bahwa sang ibu sebenarnya mengetahui perbuatan mereka—namun memilih diam karena cintanya yang tak terbatas.





