Iran dan AS-Israel Perang, Kapal Tanker Minyak Takut Lewat Selat Hormuz

idxchannel.com
23 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah perusahaan minyak raksasa dan pedagang minyak dilaporkan menghentikan sementara pengiriman lewat Selat Hormuz.

Sejumlah perusahaan minyak raksasa dan pedagang minyak dilaporkan menghentikan sementara pengiriman lewat Selat Hormuz. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Perang terbuka antara Iran dan AS-Israel dimulai. Serangan demi serangan membuat kondisi di Timur Tengah menjadi kian tidak stabil dan berdampak pada arus perdagangan minyak dunia.

Sejumlah perusahaan minyak raksasa dan pedagang minyak dilaporkan menghentikan sementara pengiriman lewat Selat Hormuz. Hal ini memicu kekhawatiran akan rantai pasok minyak dunia yang berpengaruh pada pergerakan harga.

Baca Juga:
Iran Luncurkan Rudal ke Israel usai Serang Pangkalan Militer AS di Timteng

"Kapal-kapal kami akan tetap bersandar selama beberapa hari," kata pejabat tinggi perusahaan dikutip dari Reuters, Sabtu (28/2/2026).

Pernyataan itu selaras dengan data Bloomberg yang menunjukkan sejumlah kapal tanker minyak menghindari Selat Hormuz yang berlokasi di antara Iran dan Oman. Meski jalurnya masih terbuka dan sebagian kapal melintas, kapal-kapal tanker minyak terpantau menumpuk di dalam dan luar pintu masuk selat.

Baca Juga:
AS-Israel Lancarkan Agresi Militer ke Iran, Netanyahu Ingin Akhiri Rezim Ayatullah

Israel bersama AS sebelumnya melancarkan serangan awal (pre-emptive strike) terhadap Iran pada Sabtu pagi. Serangan tersebut meningkatkan tensi konflik di Timur Tengah dan memperburuk upaya diplomasi soal nuklir Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis bagi arus perdagangan minyak dunia. Selat tersebut memiliki perairan yang dalam dan cukup lebar sehingga dapat dilalui kapal-kapal tanker minyak raksasa.

Volume perdagangan minyak melalui selat ini cukup besar dan hanya sedikit alternatif untuk menyalurkan minyak dari dan ke Teluk Persia dan Laut Arab apabila jalur tersebut ditutup.

Berdasarkan data EIA, pada 2024, rata-rata minyak yang melewati Selat Hormuz mencapai 20 juta barel per hari. Jumlah tersebut mencapai 20 persen dari total konsumsi minyak global. 

Arab Saudi menjadi negara terbesar yang memanfaatkan Selat Hormuz untuk menjual minyak mentah dan kondensatnya. Pada 2024, aliran minyak Arab Saudi lewat jalur ini mencapai 5,5 juta barel atau 38 persen dari total aliran minyak di Selat Hormuz.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Isuzu Dapat Pesanan 900 Unit Truk untuk Kopdes Merah Putih
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Selain Minyak, Pasokan Gas Juga Terancam Imbas Serangan Israel-AS ke Iran
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Sebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas usai Serangan AS-Israel
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Christian Bale Peringatkan Fans: Jangan Temui Aku Kalau Tak Mau Kecewa
• 21 menit lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.