MADIUN, iNews.id - Pilihan destinasi wisata di Kota Madiun yang kian beragam, disambut penuh antusias oleh pelancong luar daerah. Masyarakat menilai titik kunjungan tidak hanya terpusat di Pahlawan Street Center.
Hal tersebut dibuktikan dengan lahirnya dukungan akomodasi perjalanan wisata, yang ditawarkan Pemkot Madiun. Wisatawan asal Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya Ramdani (30), menilai, paket wisata terbaru yang dihadirkan pemerintah daerah mengusung konsep yang berbeda.
“Mau pilih wisata kearifan lokal ada, mau nikmati jalan jalan seperti ke luar negeri juga tersedia,” ucap Ramdani Sabtu (28/2/2026).
Sebelumnya, dia mengaku sudah melihat Masjid kuno Kuncen dan Taman, serta menikmati Kawasan Cagar Budaya setempat. “Hari ini giliran di kawasan miniatur Ka'bah ini. Liburannya dapat, wisata religinya dapat. Wisata di Kota Madiun semakin lengkap,” katanya.
Sebagai pengunjung dari luar Kota, Ramdani mengaku salut dengan Kota Madiun. Ia berharap, pemerintah setempat terus berinovasi mengembangkan wisata baru, serta mengangkat sejumlah potensi lokal yang ada. Untuk diketahui, paket wisata religi sendiri sebenarnya telah diluncurkan Pemkot Madiun pada 14 Februari 2026 lalu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengembangkan sektor pariwisata, mendongkrak jumlah kunjungan, hingga menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah. Menurut Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, paket wisata religi merupakan langkah strategis dalam mengembangkan destinasi wisata tematik yang saling terhubung.
"Selama ini Kota Madiun dikenal dengan kawasan Pahlawan Street Center dan Pahlawan Religi Center. Hadirnya paket wisata religi, diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan sejarah serta nilai-nilai religi kepada masyarakat luas," ungkapnya usai merilis paket wisata religi Kota Madiun, pertengahan Februari 2026 lalu.
Rute yang disajikan juga terhubung satu sama lain. Mulai dari Pahlawan Religi Center (PRC) di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), makam dan Masjid Kuncen di Kelurahan Kuncen, hingga makam dan Masjid Taman di Kelurahan Taman Kota Madiun. Bagus menuturkan peluncuran paket wisata religi diharapkan tidak hanya menjadi alternatif destinasi liburan dan edukasi sejarah, tetapi juga membawa effect ganda bagi masyarakat, terutama sektor ekonomi.
"Mulai dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, menggeliatkan sektor ekonomi kreatif, hingga memberdayakan UMKM lokal warga setempat agar semakin naik kelas," tuturnya.
Selain itu, hal yang tidak kalah penting dari pengembangan wisata religi adalah penggalian potensi budaya dan sejarah, penguatan UMKM, serta peningkatan kompetensi SDM.
“Unsur masyarakat seperti takmir masjid dan juru kunci situs juga akan diberdayakan menjadi pemandu wisata profesional yang menguasai narasi sejarah karena makam dan masjid kuno tersebut juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya,” kata F Bagus Panuntun.
Seperti diketahui, Masjid Kuno Kuncen dan Masjid Kuno Taman layak menjadi paket wisata religi, karena kaya akan nilai sejarah. Masjid Kuno Kuncen misalnya, merupakan Masjid yang di bangun pada abad ke-16.
Adapun di kawasan sekitar masjid, Terdapat makam Pangeran Timur atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, yakni Bupati Madiun pertama yang menjabat pada 1568 hingga 1586. Sementara itu, Masjid Kuno Taman atau Masjid Donopuro dibangun di abad ke-18 sekitar tahun 1756 atau era kepemimpinan Bupati Madiun Ronggo Prawirodirjo I.
Seperti halnya di Kuncen, di sekitar Masjid Kuno Taman juga terdapat pemakaman tokoh penting. Antara lain, yakni makam Raden Ronggo Prawirodirjo I atau Raden Ronggo Prawiro Sentiko yang menjadi Bupati Brang Wetan Gunung Lawu (1755-1784), makam Raden Ronggo Prawirodirjo II yang menjabat Bupati Madiun (1784-1797).
Raden Ronggo Prawirodirjo II merupakan kakek dari Raden Ronggo Prawirodiningrat. Tidak kalah penting di kawasan pemakaman kuno tersebut, juga terdapat makam Raden Bagoes Sentot Prawirodirdjo atau Sentot Ali Basya, yang merupakan panglima perang Pangeran Diponegoro. Sentot Ali merupakan anak Raden Ronggo Prawirodirjo III.
Original Article




