Pantau - Panglima Korps Marinir TNI AL Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi memimpin upacara persemayaman dan pelepasan empat jenazah prajurit Korps Marinir yang gugur dalam bencana tanah longsor di Cisarua pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 16.45 WIB di Lanud AL Jakarta, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.
Upacara militer tersebut digelar secara khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur saat menjalankan tugas.
Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, dijelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan sholat jenazah yang diikuti keluarga, prajurit, serta jajaran pejabat Korps Marinir sebagai bentuk doa dan penghormatan terakhir.
"Prosesi persemayaman dan pelepasan dilaksanakan secara militer sebagai wujud penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa pamrih para prajurit kepada bangsa dan negara," seperti dikutip dalam siaran pers tersebut.
Prosesi Militer dan Pemberangkatan JenazahUsai upacara, empat jenazah diberangkatkan menuju Bandara Raden Inten untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga agar dimakamkan secara militer di daerah masing-masing.
Sementara itu, satu jenazah lainnya diberangkatkan ke Bangka guna dimakamkan di kampung halaman.
Seluruh prosesi pelepasan dilakukan dengan tata upacara militer sesuai tradisi Korps Marinir TNI AL sebagai bentuk penghormatan institusi kepada prajurit yang gugur.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 23 jenazah personel Korps Marinir yang menjadi korban tanah longsor di Cisarua telah ditemukan.
Dengan ditemukannya seluruh jenazah tersebut, proses pencarian dan evakuasi terpadu yang dilaksanakan sejak hari pertama kejadian resmi dinyatakan selesai.




