TABLOIDBINTANG.COM - Setelah melalui proses syuting sejak tujuh tahun lalu, film Setannya Cuan akhirnya siap menyapa penonton Indonesia mulai 5 Maret 2026.
Mengusung genre horor komedi dengan balutan satire sosial, Setannya Cuan bukan sekadar film penuh tawa dan jumpscare.
Di balik kisah mistisnya, tersimpan pesan kuat: jangan pernah menghalalkan segala cara demi mengejar cuan instan.
Film karya sutradara Sahrul Gibran bersama Jay Sukmo ini memadukan kisah mistis, drama, komedi, dan kritik sosial dalam satu kampung kecil bernama Cicalengka.
Film ini diperkuat jajaran pemain yang menghadirkan warna komikal sekaligus emosional, seperti Fico Fachriza, Joe P-Project, Anyun Cadel, Nadine Alexandra, Dimas Andrean, Aming, Ben Kasyafani, Candil, Mongol Stres, Budi Dalton hingga Haji Malih Tong Tong
Film ini juga dihiasi lagu tema yang dinyanyikan Kojek Rapper Betawi bersama Jelita Jelly, memperkuat nuansa komedi satir khas Betawi yang kental.
Sinopsis Setannya Cuan
Kisah bermula dari perebutan kursi lurah di Cicalengka. Adang (Joe P Project) memenangkan pemilihan, sementara Asep harus menelan kekalahan.
Namun siapa sangka, nasib justru berbalik. Adang bangkrut, sedangkan Asep mendadak kaya raya.
Kekayaan Asep berasal dari persekutuan gelap dengan dukun Rojan (Candil eks Serious band). Adang tak terima hingga akhirnya mengikuti cara Asep untuk mendapat uang instan.
Persahabatan Adang dan Asep berubah menjadi bara dendam. Ketika keserakahan menguasai akal, satu nyawa melayang.
Kematian Asep mengguncang kampung. Teror dimulai saat batu nisannya dicuri dan pocong dibangkitkan.
Sejak saat itu, Cicalengka berubah menjadi kampung penuh gangguan mistis. Pocong gentayangan, tuyul berkeliaran, babi ngepet mengintai, hingga “setan togel” yang terus menggoda warga dengan angka keberuntungan.
Adang memang menang togel. Namun setiap kemenangan selalu menuntut bayaran. Teror demi teror menjadi harga yang harus dibayar atas ambisi yang tak terkendali.
Di tengah kekacauan, hadir Mince, janda muda yang menjadi rebutan para pemuda kampung. Kehadirannya memantik cemburu, memperkeruh konflik, dan tanpa disadari memperluas kutukan yang sudah telanjur dilepaskan.
Dukun Rojan menjadi dalang di balik kekacauan. Ia bukan hanya pemberi kekayaan instan, tetapi juga pembunuh Nila, kembang desa yang menolak cintanya.
Kini hanya Ujang yang berani melawan. Dengan dendam dan keberanian tersisa, ia menjadi harapan terakhir untuk menghentikan teror setan-setan pembawa cuan.
Akankah Cicalengka terbebas dari kutukan? Atau justru tenggelam dalam keserakahan yang mereka ciptakan sendiri?
Tayang di Tengah Ramadan
Menurut sutradara Sahrul Gibran, film ini memang dikemas sebagai hiburan segar di bulan puasa.
“Lapisan terdalamnya adalah satir tentang manusia yang ingin segalanya instan. Kami ingin penonton tertawa, terkejut, tapi juga pulang dengan perenungan,” ujarnya.
Produser eksekutif dr Robby Hilman Maulana juga menegaskan bahwa momen Ramadan menjadi simbol kuat dalam film ini: godaan terbesar sering kali datang saat manusia merasa paling tenang.
Siap tertawa sekaligus merinding? Setannya Cuan siap menyapa penonton mulai 5 Maret 2026.



