JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Satpol PP menindaklanjuti dugaan aktivitas asusila di Hutan Kota Cawang, Jakarta Timur, termasuk memasang CCTV di seluruh taman.
Pramono Anung merespons viralnya dugaan aktivitas asusila di Hutan Kota Cawang dengan meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera melakukan penindakan.
"Ya kalau memang itu betul informasinya, saya segera tindak lanjuti. Saya akan meminta pada Satpol PP untuk membersihkan," ujar Pramono usai menghadiri acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026).
Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan di Hutan Kota Cawang, tetapi juga berlaku untuk seluruh taman di Jakarta.
“Semuanya akan kita perlakukan ya. Termasuk nanti kami akan pasang CCTV untuk itu,” katanya.
Pramono menyatakan tidak akan membiarkan ruang publik di Jakarta disalahgunakan untuk kegiatan asusila.
"Jakarta enggak boleh ada ruang tempat-tempat seperti itu," tegasnya.
Baca juga: Usai Dugaan Aktivitas Asusila, Hutan Kota Cawang Akan Dipasangi CCTV
Video Viral di Media SosialSebelumnya, video yang memperlihatkan sejumlah pria memasuki area Hutan Kota Cawang di Jalan DI Panjaitan, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @ijoeel, perekam menyebut kawasan tersebut kerap didatangi sejumlah pria pada malam hari.
"Entah kenapa di sini sering dipakai untuk kumpul cowok-cowok. Entah ini maksudnya cowok-cowok bagaimana," ujar perekam dalam video.
Hutan Kota Cawang sebelumnya juga sempat menjadi sorotan. Pada 2023, kawasan itu dirazia petugas setelah diduga menjadi lokasi perbuatan asusila.
Baca juga: KTP Sidoarjo Pengemudi Calya Lawan Arah di Gunung Sahari Ternyata Palsu
Pemkot Jaktim Tutup Dua Akses MasukPemerintah Kota Jakarta Timur menutup dua akses masuk ke Hutan Kota Cawang menyusul dugaan penyalahgunaan lokasi tersebut pada malam hari.
Penutupan dilakukan secara permanen dengan pengecoran di titik yang dinilai rawan guna membatasi akses keluar-masuk.
Camat Makasar, Dimas Prayudi, mengatakan langkah itu dilakukan bersama Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur.
"Ada dua titik yang hari ini kami coba tutup secara permanen dengan melakukan pengecoran, bekerja sama dengan Sudin Pertamanan. Setelah itu akan ada penopingan dan penataan taman supaya fungsinya bisa lebih maksimal," ujar Dimas di Hutan Kota Cawang, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Viral Video Sekelompok Pria Masuk Hutan Kota Cawang Setiap Malam, Pemkot Tutup Dua Akses





