Benarkah Campak Dapat Membuat Anak Sensitif Cahaya? Ini Penelitiannya

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

KASUS campak kembali menjadi perhatian di berbagai negara. Penyakit akibat infeksi virus ini sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak yang belum mendapat vaksin lengkap. Selain demam tinggi dan ruam merah di kulit, sebagian anak juga mengalami mata merah dan sensitif terhadap cahaya.

Sensitif Cahaya, Gejala yang Sering Diabaikan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), campak sering disertai konjungtivitis atau peradangan pada mata. Kondisi ini menyebabkan mata menjadi merah, berair, dan terasa perih saat terkena cahaya terang. Sensitivitas terhadap cahaya atau fotofobia merupakan bagian dari respons peradangan tersebut.

CDC menjelaskan bahwa gejala mata muncul karena virus campak tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat memengaruhi jaringan tubuh lain, termasuk mata. Artinya, rasa silau bukan sekadar keluhan ringan, melainkan bagian dari proses infeksi yang sedang berlangsung.

Baca juga : Panduan Lengkap Imunisasi MR dan MMR: Melindungi Buah Hati dari Risiko Komplikasi Campak

Peran Vitamin A dalam Penanganan Campak

Dalam pedoman klinisnya, CDC menyebutkan bahwa vitamin A tidak mencegah campak dan bukan pengganti vaksinasi. Namun, pada anak yang sudah terinfeksi, pemberian vitamin A dosis tinggi dapat direkomendasikan untuk membantu mengurangi risiko komplikasi.

Hal serupa juga ditegaskan oleh World Health Organization (WHO). WHO merekomendasikan suplementasi vitamin A pada anak dengan campak, terutama di wilayah dengan risiko kekurangan gizi. Tujuannya adalah menurunkan risiko komplikasi serius, termasuk gangguan pada mata dan meningkatkan peluang pemulihan.

Perlu digarisbawahi, vitamin A diberikan dalam dosis medis tertentu dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Baca juga : 15 Negara Bagian AS Gugat Pemerintahan Trump Terkait Vaksin Anak

Apakah Konsumsi Wortel Bisa Mengatasi?

Wortel mengandung beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Secara umum, asupan ini baik untuk kesehatan mata dan sistem imun. Namun, kandungan vitamin A dari konsumsi wortel biasa tidak setara dengan dosis terapeutik yang digunakan dalam penanganan campak.

Baik CDC maupun WHO tidak menyebut konsumsi wortel sebagai terapi khusus untuk meredakan sensitivitas cahaya akibat campak. Nutrisi tetap penting, tetapi pengobatan dan pemantauan medis tetap menjadi langkah utama.

Pencegahan Tetap Kunci

Otoritas kesehatan global menegaskan bahwa vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak. Jika anak menunjukkan gejala campak disertai mata sensitif terhadap cahaya, konsultasi ke fasilitas kesehatan tetap diperlukan.

Informasi kesehatan perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiah. Wortel sehat untuk dikonsumsi, tetapi dalam konteks campak, perawatan medis tetap menjadi prioritas utama.

Sumber: CDC, WHO


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Emas dan Minyak, Rupiah Terancam Melemah
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Pojok Pengawasan Bawaslu Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Puasa Keempat Belas: Dari Sunyi Ibadah Menuju Kekuatan Berjemaah
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
100 Ribu Warga Palestina Ikuti Salat Jumat di Masjid Al Aqsa
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Mengapa PDI-P Bersikap Kritis soal Program MBG?
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.