jpnn.com, JAKARTA - Di tengah meningkatnya ancaman narkotika yang menyasar usia produktif, Bison Indonesia dan Blok Politik Pelajar Merdeka, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar aksi masif bertajuk Ngabuburit Bersinar (Bersih Narkoba).
Bertempat di SMK Poncol, Jakarta Pusat, kegiatan ini melibatkan 1.000 pelajar SMA dan SMK se-Jabodetabek sebagai garda terdepan pencegahan narkoba.
BACA JUGA: Bison dan Blok Pelajar Politik Merdeka Desak DPR Sahkan UU Khusus SPPG
?Langkah ini diambil sebagai respon tegas terhadap data BNN dan Polri (2024-2025) yang menunjukkan bahwa remaja usia 15-24 tahun mendominasi angka pengguna narkoba di Indonesia.
Situasi ini menuntut kolaborasi nyata untuk memutus rantai peredaran di lingkungan pendidikan.
BACA JUGA: Ribuan Masyarakat Ikuti Doa Lintas Agama Bareng Bison Indonesia
Dalam arahannya, Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI Brigjen Pol. Putu Putra Sadana memberikan peringatan keras mengenai infiltrasi narkoba yang makin menyaru dengan gaya hidup remaja.
?"Bahaya narkoba di kalangan pelajar sudah pada titik yang sangat meresahkan. Sindikat kini lebih licin dengan mengemas narkoba ke dalam bentuk makanan, minuman, hingga cairan rokok elektrik (liquid vape). Belum lama ini, BNN RI berhasil membongkar jaringan internasional yang mengedarkan narkoba dalam bentuk liquid vape. Pelajar harus ekstra waspada terhadap apa yang mereka konsumsi," tegas Brigjen Putu Putra Sadana.
BACA JUGA: Serangkaian Kegiatan Bison Indonesia di Natal 2025
Ketua Bison Indonesia Ginka Febrianti Ginting menekankan kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi formalitas, melainkan upaya penguatan karakter dan ketahanan pribadi (resiliensi) pelajar.
?"Kami ingin menanamkan semangat Generasi Bersinar sejak dini. Ini adalah bentuk nyata penguatan karakter untuk membentengi pelajar dari pengaruh destruktif. Tanpa generasi yang bersih dari narkoba, mustahil kita bisa mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," ujar Ginka.
?Berbeda dengan penyuluhan konvensional, "Ngabuburit Bersinar" dikemas secara interaktif dan komunikatif. Para pelajar diberikan pemahaman mendalam mengenai identifikasi jenis-jenis narkotika terbaru, dampak fatal penyalahgunaan bagi saraf dan masa depan, langkah preventif konkret di lingkungan sekolah dan keluarga.
Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu menjadi "vaksin sosial" yang efektif untuk mengantisipasi dan mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba di sekolah-sekolah se-Jabodetabek. (rhs/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pria Mengaku Jenderal Mengamuk di SPBU, Brutal, Tiga Orang Dipukuli
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti




