Bisnis.com, SEMARANG — Saat berbuka puasa, umat muslim akan menyiapkan makanan yang akan disantap saat berbuka puasa nantinya. Di Indonesia, makanan yang disajikan saat berbuka puasa sering disebut sebagai makanan takjil.
Namun, diketahui kata “takjil” sendiri berasal dari bahasa Arab “ ‘ajjala” yang berarti menyegerakan. Dalam konteks ibadah, kata takjil ini merujuk pada makna untuk menyegerakan berbuka puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Akan tetapi, di Indonesia penggunaan kata takjil telah mengalami pergeseran makna.
Meski di Indonesia kata takjil telah bergeser maknanya menjadi sebutan makanan pembuka saat berbuka puasa, tradisi menyiapkan hidangan khas tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Ramadan.
Di Provinsi Jawa Tengah, terdapat sejumlah Kabupaten/Kota yang memiliki makanan atau kuliner khas yang kerap disajikan sebagai menu berbuka puasa. Ada Kepel dari Klaten hingga getuk nyimut dari Kudus, berikut ini 5 rekomendasi menu takjil dari daerah di Provinsi Jawa Tengah.
Mengutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (27/2/2026), kepel atau kepelan merupakan jajanan tradisional khas dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Makanan ini disebut bisa ditemui nyaris di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.
Kepel ini terbuat dari olahan tepung yang dicampur dengan bumbu lalu digoreng. Adapun penamaan makanan ini diambil dari proses pembuatan yang ‘dikepal-kepal’ sebelum digoreng.
Menjadi salah satu jajanan yang digemari oleh masyarakat Klaten, Kepel memiliki cita rasa gurih, serta renyah di luar namun lembut di dalam. Dalam penyajiannya, Kepel biasa dinikmati dengan cocolan sambal atau saus yang akan memberikan perpaduan rasa pedas dan gurih. Pada bulan Ramadan, Kepel menjadi salah satu makanan yang banyak dipilih sebagai menu berbuka puasa, ditambah dengan teh hangat sebagai pelengkap.
2. Serabi Solo (Surakarta)
Serabi Solo merupakan salah satu tradisional khas Kota Surakarta, Jawa Tengah. Makanan ini memiliki bentuk seperti pancake tipis yang berbahan dasar tepung beras dan santan yang kemudian dimasak di atas arang. Menjadi kegemaran masyarakat Surakarta dari segala umur, serabi ini memiliki cita rasa manis gurih dengan tekstur yang kenyal, lembut, dan tipis.
Dalam penyajiannya, serabi Solo biasanya akan digulung menggunakan daun pisang dan disajikan tanpa kuah kinca. Selain memiliki topping original, serabi Solo juga biasa dijual dengan topping yang bervariatif seperti coklat meses, keju, hingga nangka. Menghadirkan cita rasa yang manis, membuat makanan ini sering menjadi pilihan menu takjil masyarakat Surakarta saat akan berbuka puasa.
3. Roti Ganjel Rel (Semarang)
Ganjel Rel merupakan roti khas Kota Semarang yang terbuat dari campuran jahe kembang lawang, cengkeh, dan kayu manis. Roti ini biasa berbentuk kotak dan berwarna cokelat yang bertabur wijen di atasnya. Memiliki tekstur yang padat, roti Ganjel Rel ini memiliki cita rasa yang manis dari kayu manis.
Roti ini sebenarnya memiliki nama asli roti gambang, namun masyarakat Kota Semarang lebih mengenal dengan sebutan roti Ganjel Rel karena bentuk roti yang terlihat seperti ganjel rel (bantalan rel). Meski memiliki tekstur yang padat, roti ini sering menjadi pilihan menu takjil masyarakat di Kota Semarang. Selain itu, pada tradisi Dugderan untuk menyambut bulan Ramadan, roti ganjel rel ini sering menjadi rebutan masyarakat.
4. Getuk Nyimut (Kudus)Getuk nyimut merupakan jajanan tradisional khas Desa Kajar, Kabupaten Kudus yang berbahan dasar dari singkong yang dibentuk seperti bola-bola kecil. Dalam proses pengolahannya, getuk nyimut memiliki pengolahan yang sedikit dari getuk pada umumnya, yakni getuk nyimut tidak dikukus melainkan diproses dengan cara digoreng.
Proses penggorengan ini akan menghasilkan tekstur getuk nyimut yang renyah di luar namun lembut di dalam, serta menciptakan isian gula aren yang lumer.
Dalam penyajian awalnya, getuk nyimut ini biasanya berisi gula aren dan gula pasir, namun seiring perkembangan zaman, makanan ini memiliki variasi rasa yang baru seperti isian nangka, cokelat, keju, hingga alpukat. Memiliki cita rasa yang manis menjadi salah satu alasan jajanan ini banyak digemari sebagai menu takjil untuk berbuka puasa oleh masyarakat Kudus.
5. Mendoan (Purwokerto)
Mendoan Purwokerto merupakan kuliner khas Banyumas berupa gorengan tempe tipis yang dibalut dengan adonan tepung berbumbu dan daun bawang. Setelah dibalut dengan adonan, mendoan akan digoreng setengah matang atau mendo dalam minyak panas.
Dalam penyajiannya, mendoan Purwokerto biasa disajikan dengan sambal kecap atau cabai rawit hijau. Selain identik dengan makanan manis, kegiatan berbuka puasa juga sering diisi dengan pilihan menu makanan yang bercita rasa gurih.
Oleh karena itu, mendoan Purwokerto sering menjadi menu takjil yang banyak diincar oleh masyarakat Banyumas. Mendoan Purwokerto sangat pas untuk disantap saat masih hangat.





