Presiden Prabowo Siap ke Iran, Mau Apa?

celebesmedia.id
3 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.

Dalam siaran resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dikutip di Jakarta, Sabtu, Pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kemlu yang dikutip dari Kantor Berita Nasional, ANTARA.

Langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas global, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh.

Kementerian Luar Negeri menilai peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

Pemerintah juga mengimbau warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat guna memastikan keselamatan dan keamanan.

Pada Sabtu (28/2), Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sejak serangan pertama pada Juni 2025.

Dalam waktu singkat, Iran melqncarkan serangan retaliasi, bukan hanya menyasar Israel, tetapi juga pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

Ledakan dilaporkan terjadi di Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar sampai Jordania. Bahrain mengonfirmasi bahwa markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS menjadi sasaran rudal. 

Trump menyatakan pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Putaran pertama dan kedua digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, berfokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Putaran ketiga perundingan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik Gratis PLN 2026 Rute Banda Aceh–Medan Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Terima Laporan SPT, Kantor Pajak di Riau Buka Layanan Akhir Pekan
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Donald Trump Tak Senang Negosiasi Nuklir AS-Iran Gagal Temui Kesepakatan, bakal Segera Menyerang?
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Iran Siapkan Gelombang Serangan Baru ke Israel
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Menag: Perayaan Natal dan Imlek Jadi Bukti Kerukunan Indonesia Capai Puncak
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.