Pemprov Jabar Bantu Pemulangan Warga Cirebon Korban Pengantin Pesanan

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON, – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan bahwa pemerintah provinsi akan membantu proses pemulangan Vina (27), warga Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban praktik "pengantin pesanan" di China. Komitmen ini disampaikan Dedi setelah berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon terkait laporan dugaan penjualan orang berkedok pernikahan.

"Hari ini ada warga Cirebon menjadi korban penjualan orang di China, dan saya sudah berkomunikasi. Nanti ditangani dan akan dijemput," kata Dedi dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu malam.

Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak guna memastikan keselamatan Vina serta kelancaran proses pemulangan. Praktik pengantin pesanan kerap memanfaatkan janji uang dan mahar tinggi untuk membujuk korban. Dedi meminta pemerintah kabupaten/kota dan aparat desa meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja atau menikah ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

Asep Maulana Hasanudin, kuasa hukum keluarga Vina, menyebut korban yang berasal dari Desa Gombang, Cirebon, menghadapi kekerasan fisik saat berada di China. Kejadian ini bermula saat Vina bekerja di Jakarta dan berkenalan dengan warga negara asing asal China, yang kemudian mengarah pada rencana pernikahan. Tanpa sepengetahuannya, Vina difoto oleh WNA tersebut, yang menjadi awal komunikasi mereka.

Pihak pria bersama sejumlah orang sempat mendatangi kediaman keluarga Vina di Cirebon dan menyerahkan mahar pada awal Agustus 2025. Namun, setelah di China, Vina mendapati kondisi yang tidak sesuai dengan informasi awal pernikahan. Ketika ingin kembali ke Indonesia, keluarga suami meminta mahar dikembalikan dengan nilai tinggi. Vina juga diduga diarahkan menandatangani dokumen yang tercatat sebagai persetujuan pernikahan secara hukum di China, menyulitkannya untuk pulang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pihak keluarga telah mengadukan persoalan ini ke sejumlah instansi terkait dan berharap adanya pendampingan serta fasilitasi pemulangan korban.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luca Marini Bidik Hasil Sempurna di Babak Kualifikasi GP Thailand
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gorontalo kuatkan layanan Samsat di Wilayah terjauh
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Kakak Virgoun Sebut Inara Rusli Tahu Pernikahan Adiknya dan Lindi Fitriyana
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
3 Fase Ramadan Menurut Wakil Ketua Lazisnu Jatim: Rahmat, Maghfirah dan Pembebasan
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kejagung Ajukan Banding Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
• 16 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.