KH Mochamad Su’eb Wakil Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Timur memaparkan tiga kunci puasa berkualitas dalam tausiyah hari keempat JConnect Ramadan Vaganza 2026 di Balai Kota Surabaya, Sabtu (28/2/2026) sore menjelang berbuka puasa.
Dalam ceramah bertema Refleksi Puasa Sempurna itu, Su’eb menjelaskan bahwa Ramadan memiliki tiga fase utama, yakni fase rahmat, fase ampunan (maghfirah), dan fase pembebasan dari api neraka. Menurutnya, setiap Muslim harus memanfaatkan momentum bulan suci dengan memperbanyak amal dan meningkatkan kualitas ibadah.
“Kita umat Nabi Besar Muhammad SAW diberi banyak kelebihan. Salah satunya adalah bulan suci Ramadan, di mana pahala dilipatgandakan. Bahkan ada satu malam yang itu sama dengan 1000 bulan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Su’eb menegaskan, seseorang masuk surga bukan semata-mata karena amalnya, melainkan karena rahmat Allah SWT. Kendati demikian, kualitas amal tetap menentukan derajat seseorang.
“Semakin banyak dan berkualitas ibadah yang kita lakukan, maka semakin tinggi pula tempat yang Allah berikan,” katanya.
Suasana pengunjung saat tausiah Refleksi Puasa Sempurna pada hari keempat JConnect Ramadan Vaganza 2026 di Balai Kota Surabaya, Minggu (28/2/2026). Foto: Fauzan Habibi Hibatullah Mg suarasurabaya.netDalam tausiyah tersebut, Su’eb merinci tiga unsur utama yang menentukan kualitas puasa. Pertama, niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Kedua, pelaksanaan syariat puasa dengan memenuhi rukun dan syarat, serta menjauhi hal-hal yang membatalkannya. Ketiga, memahami sekaligus mengamalkan hikmah puasa dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan, puasa tidak boleh diniatkan untuk kepentingan duniawi, seperti sekadar menurunkan berat badan atau tujuan non-ibadah lainnya.
“Puasa harus diniatkan hanya karena Allah Taala,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa memiliki dimensi sosial yang kuat. Dengan menahan lapar dan dahaga, seorang Muslim diajak merasakan penderitaan mereka yang hidup dalam kekurangan.
“Puasa mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, terutama mereka yang sering lapar dan kekurangan,” ujarnya.
Su’eb menambahkan, puasa yang sempurna akan menghadirkan ketenangan batin dan memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. Kesadaran bahwa seluruh kehidupan berada dalam kuasa-Nya akan menjauhkan manusia dari rasa cemas dan takut berlebihan.
“Puasa yang sempurna adalah puasa yang bisa membikin hati kita tenang, tenang karena ingat Allah, karena tahu semuanya ini ada di dalam kekuasaan Allah,” pungkasnya.
Tausiyah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan JConnect Ramadan Vaganza 2026 yang menghadirkan berbagai program religi, sosial, dan hiburan untuk memeriahkan bulan suci di Kota Surabaya. (ily/saf/faz)




