Israel melaporkan adanya korban luka akibat terkena ledakan rudal balasan yang dilayangkan militer Iran. Dua korban itu saat ini masih dalam perawatan medis.
Dilansir AFP, Minggu (1/3/2026), layanan darurat Magen David Adom (MDA) Israel mengatakan pada hari Sabtu (28/2), mereka telah mengevakuasi remaja 16 tahun ke rumah sakit usai terkena ledakan rudal Iran. Remaja itu terluka oleh pecahan peluru di kota Kafr Qassem.
Selain remaja 16 tahun, Israel menyebut satu pria berusia 50 tahun di kota Ka'abiyye-Tabbash juga terluka akibat rudal Iran.
Disebutkan bahwa ada 86 orang yang menderita luka ringan saat menuju tempat penampungan, sementara enam lainnya menderita kecemasan.
MDA mengatakan bahwa timnya sedang memindahkan pasien yang terbaring di tempat tidur, pasien yang menggunakan ventilator, dan lainnya dari lokasi mereka saat ini ke fasilitas yang terlindungi.
Pihak MDA juga menyebut bahwa seluruh 39.000 karyawan dan sukarelawan organisasi tersebut telah dimobilisasi dan berada dalam "kesiapan puncak".
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada hari Sabtu (28/2). Tindakan itu memicu pembalasan cepat oleh Iran yang merespons dengan serangan rudal di seluruh wilayah Israel.
Warga Arab Israel, keturunan Palestina yang tetap tinggal di tanah mereka setelah berdirinya Israel pada tahun 1948, terdiri dari kurang dari 20 persen dari populasi Israel yang berjumlah 10,1 juta jiwa.
Komunitas mereka sering mengeluhkan kurangnya tempat perlindungan bom di desa dan kota mereka, yang membuat mereka lebih rentan selama serangan rudal daripada populasi lain di Israel.
(ygs/ygs)





