Bisnis.com, JAKARTA — Empat bank jumbo nasional kompak mencatatkan pertumbuhan total aset secara konsolidasi sepanjang 2025. Dari sisi ukuran neraca, persaingan aset PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) kian mengerucut, dengan salah satu bank BUMN masih memimpin sebagai pemilik aset terbesar.
Berdasarkan laporan posisi keuangan per 31 Desember 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri tercatat mencapai Rp2.829,9 triliun, tumbuh 16,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp2.427,2 triliun. Capaian tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai bank dengan aset terbesar di antara empat bank besar tersebut.
Adapun, BMRI membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik senilai Rp56,3 triliun secara konsolidasi pada 2025. Angka ini naik 0,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp55,78 triliun.
Pada periode yang sama, BMRI membukukan kredit senilai Rp1.895 triliun atau naik 13,4% YoY. Pada sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat senilai Rp2.106 triliun atau naik 23,9% YoY dengan pertumbuhan dana murah sebesar 12,6% YoY senilai Rp1.431 triliun.
Realisasi kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis. Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88% YoY sepanjang 2025, di saat pertumbuhan secara industri melambat.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.
Baca Juga
- Bank Mandiri (BMRI) Respons Perpanjangan Penempatan Dana Pemerintah Rp200 Triliun di Himbara
- Induk BCA Dwimuria Investama Raih Laba Rp31,6 Triliun, Terkerek Kinerja BBCA
- BRI (BBRI) Cetak Laba Rp57,13 Triliun pada 2025, Begini Kontribusi Anak Usaha
"Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga," ujar Riduan.
Pendapatan bunga bersih Bank Mandiri tercatat senilai Rp106 triliun atau naik 4,38% YoY dengan pendapatan non-bunga senilai Rp48,5 triliun atau naik 14,5% YoY.
Di posisi berikutnya, BRI membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp2.135,3 triliun pada akhir 2025, meningkat 7,1% dibandingkan Rp1.992,1 triliun pada tahun sebelumnya.
Sebagaimana diketahui BBRI membukukan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian senilai Rp57,13 triliun sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia edisi Kamis (26/2/2026), laba tersebut berasal dari pendapatan bunga Rp207,78 triliun, meningkat 4,27% dibandingkan Rp199,27 triliun pada 2024. Sementara, pada tahun sebelumnya, laba bersih BRI mencapai Rp60,3 triliun.
Dari sisi beban bunga, tercatat senilai Rp57,28 triliun atau terdapat kenaikan sebesar 1,20% dari Rp56,61 triliun. Meski demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) senilai Rp150,50 triliun, naik 5,52% dari Rp142,65 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi kualitas aset, beban kerugian penurunan nilai (impairment) meningkat menjadi Rp46,09 triliun, naik 20,8% dibandingkan Rp38,14 triliun pada 2024.
Bank berkapitalisasi jumbo tersebut, tetap menjaga ekspansi fungsi intermediasi sepanjang 2025. Secara konsolidasian, kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah tercatat Rp1.517,07 triliun, tumbuh 12,67% dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp1.348,2 triliun.
Sementara itu, BCA mencatatkan total aset konsolidasi sebesar Rp1.586,8 triliun per akhir Desember 2025, tumbuh 9,4% secara tahunan dari Rp1.449,3 triliun pada akhir 2024. BBCA membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,9% menjadi Rp57,5 triliun sepanjang 2025.
Selain itu, BCA secara konsolidasian mencatat pertumbuhan kredit 7,7% secara tahunan menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025.
Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. BCA juga menyampaikan giro dan CASA naik 13,1% yoy hingga mencapai Rp1.045 triliun.
Terakhir, BNI membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp1.362 triliun hingga akhir 2025, meningkat 20,5% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp1.130,1 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, laba bersih BNI secara konsolidasi mencapai Rp20,11 triliun pada Desember 2025, menyusut 7,19% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,66 triliun.
Dikutip dari laporan kinerja perseroan yang dipublikasikan, bank dengan logo 46 itu membukukan pendapatan bunga sebesar Rp69,39 triliun, meningkat 4,22% YoY dari tahun sebelumnya Rp66,58 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga juga naik 11,33% YoY menjadi Rp29,06 triliun.
Dengan realisasi tersebut, pendapatan bunga bersih yang diperoleh BNI sepanjang 2025 mencapai Rp40,33 triliun, turun tipis 0,36% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp40,48 triliun.
Beban operasional lainnya tercatat mengalami peningkatan. BNI melaporkan, beban operasional perseroan mencapai Rp16,68 triliun, naik 13,68% YoY dibandingkan tahun lalu Rp14,67 triliun.
Salah satu komponen beban operasional nonbunga yang membengkak yaitu impairment yang naik signifikan 27,52% YoY, dari Rp7,78 triliun menjadi Rp9,92 triliun hingga akhir 2025.
Adapun laba operasional menyusut 8,19% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp26,57 triliun menjadi Rp24,39 triliun sepanjang 2025. Di sisi lain, laba non operasional BNI mencapai Rp1,83 miliar, setelah sebelumnya membukukan rugi sebesar Rp3,79 miliar.
Dari sisi intermediasi, bank pelat merah ini membukukan pertumbuhan kredit sebesar Rp899,53 triliun, meningkat 15,94% YoY dibanding tahun lalu. Sepanjang 2024, BNI menyalurkan kredit senilai Rp775,87 triliun.
Kemudian dari sisi penghimpunan dana, BNI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.040,83 triliun, meningkat 29,21% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp805,51 triliun. Pertumbuhan DPK pada periode tersebut utamanya ditopang oleh simpanan giro yang tumbuh 43,75% YoY menjadi Rp439,49 triliun dari sebelumnya Rp305,73 triliun.
Berikut Daftar Bank dengan Aset Terbesar Sepanjang 20251. Bank Mandiri dengan total aset Rp2.829,9 triliun
2. BRI dengan total aset Rp2.135,3 triliun
3. BCA dengan total aset Rp1.586,8 triliun
4. BNI dengan total aset Rp1.362 triliun
------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





