AHY harap serangan AS-Israel ke Iran tak terlalu ganggu penerbangan

antaranews.com
20 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) -
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran tidak berdampak serius pada sektor penerbangan.

"Kita tetap mengantisipasi. Saya rasa ini sesuatu yang memang harus bisa kita mitigasi, termasuk mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu penerbangan," katanya saat ditemui usai puncak perayaan Imlek di Jakarta, Sabtu.

Meskipun demikian, ia yakin maskapai penerbangan dunia bakal memperhitungkan risiko termasuk persoalan keselamatan para penumpang.

"Maskapai-maskapai juga akan menghitung kembali faktor keselamatan nomor satu, karena lintasannya tidak pernah bisa kita prediksi ya, namanya perang apalagi menggunakan misil, rudal jarak jauh," katanya.

Ia pun berharap persoalan geopolitik ini dapat segera berakhir, karena jika tidak, bisa menyebabkan persoalan sekunder yakni tragedi kemanusiaan, keamanan hingga tantangan pada ekonomi dunia termasuk kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: AHY: Pemerintah pastikan kesiapan infrastruktur dan transportasi mudik

"Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir ya. Karena memang ini akan mengakibatkan bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga akan menyebabkan berbagai tantangan yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi dunia," katanya.

Sebagaimana diketahui, Zionis Israel pada Sabtu (28/2) pagi melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran serta beberapa kota lainnya, sehingga melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.

Serangan AS dan Israel terhadap Iran tersebut merupakan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB dan merupakan tindakan agresi yang nyata terhadap Republik Islam Iran.

Iran juga memandang tindakan Washington dan Tel Aviv sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.

Menanggapi agresi tersebut merupakan hak yang sah bagi Iran untuk membalas berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, menurut pernyataan sikap tersebut lebih lanjut.

Baca juga: LKPP dan Kemenko Infra bersinergi perkuat pengadaan untuk pembangunan

Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan AS, kata pernyataan itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Jaga Stabilitas BBM dan LPG di Tengah Ketegangan Timur Tengah
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Rumah Dibakar Massa, Pelaku Pembacokan Patrol Sahur di Gresik Akhirnya Ditangkap
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Pramono ajak warga DKI habiskan libur lebaran di Jakarta
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Cek Jadwal Imsak Medan Hari Ini 1 Maret 2026 Agar tak Salah Waktu Sahur!
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hadirkan Rasa Aman, Personel Operasi Damai Cartenz Intensifkan Dialog di Sugapa
• 16 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.