Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam menyikapi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan yang dinilai tak layak konsumsi dan tak penuhi standar mutu. Hingga hari ke-9, BGN menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan langkah penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pengendalian mutu yang tidak bisa ditawar. Nanik mengatakan pihaknya tak menolerir penyimpangan standar pangan.
"Kami tidak menolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh," ujar Nanik di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, keputusan diambil setelah proses verifikasi lapangan dan laporan berjenjang dari tim pengawasan wilayah. Evaluasi dilakukan tidak hanya pada produk makanan, tetapi juga pada manajemen dapur, rantai distribusi, dan prosedur kontrol kualitas.
"Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Karena itu, pengawasan kami lakukan secara ketat dan transparan," tegasnya.
(amw/amw)





