Bedah Kekuatan Rudal Iran: Seberapa Hebat Jangkauan dan Daya Hancurnya?

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran Sabtu (28/2/2026). Hal itu memicu ledakan di ibu kota Teheran dan eskalasi di seluruh wilayah.

Iran telah menanggapi gelombang serangan AS dengan melancarkan serangan rudal ke beberapa negara yang menampung puluhan ribu pasukan Amerika yang ditempatkan di seluruh Timur Tengah. Pasukan AS itu berada di bawah Komando Pusat militer AS (CENTCOM).

Seiring memanasnya kondisi di Iran, kemampuan senjata Negara Para Mullah juga kini dipertaruhkan dalam menghadapi serangan Israel dan Iran.

Foto: Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran terlihat dari Yerusalem, 14 Juni 2025. (REUTERS/Ammar Awad)
Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran terlihat dari Yerusalem, 14 Juni 2025. (REUTERS/Ammar Awad)

Dalam konteks eskalasi geopolitik yang kian tajam, kemampuan rudal Iran menjadi faktor kunci yang membentuk kalkulasi risiko, baik bagi Israel, Amerika Serikat, maupun negara-negara sekutunya di kawasan.

Bagi Teheran, rudal bukan sekadar instrumen militer, melainkan alat penangkal strategis di tengah keterbatasan kekuatan udara dan tekanan sanksi ekonomi yang berkepanjangan. Ketika tensi politik meningkat dan opsi militer kembali mengemuka, memahami peta kekuatan rudal Iran menjadi krusial untuk membaca arah eskalasi konflik ke depan.

Rudal Balistik Jarak Pendek (SRBM)

Iran memiliki sejumlah jenis rudal yang dibedakan berdasarkan jangkauan dan fungsi target serangannya. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah rudal balistik jarak pendek.

SRBM atau Short-Range Ballistic Missile adalah rudal balistik jarak pendek. Secara umum, kategori ini mencakup rudal dengan jangkauan 300-1.000 kilometer, sementara menurut klasifikasi Congressional Research Service (CRS), SRBM memiliki jangkauan 70-1.000 kilometer.


Rudal jenis ini lazim digunakan untuk menyerang target seperti pangkalan militer, fasilitas strategis, dan infrastruktur penting di negara sekitar.

Dalam jenis rudal ini, Iran memiliki sejumlah rudal seperti Shahab-1 dengan jangkauan hingga 300 km, Shahab-2 sekitar 500 km, Qiam-1 yang mampu menjangkau 700-800 km, serta keluarga Fateh yang berada di kisaran 300-500 km. Selain itu, Iran juga mengoperasikan Zolfaghar dengan jangkauan 700 km dan Dezful yang mencapai 1.000 km, batas atas klasifikasi SRBM.

Rudal Balistik Jarak Menengah (MRBM)

Selain SRBM, Teheran juga memiliki rudal dengan jangkauan yang lebih jauh, sehingga cakupan serangannya dapat meluas.

MRBM atau Medium-Range Ballistic Missile adalah rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan 1.000-3.000 kilometer berdasarkan klasifikasi CRS. Sejumlah standar lain menggunakan batas atas yang sedikit lebih longgar, yakni hingga 3.500 kilometer. Rudal dalam kategori ini memungkinkan Iran menjangkau target yang lebih jauh di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Foto: Lebih dari 300 drone dan rudal Iran diluncurkan ke Israel pada 13 April 2024 lalu sebagai balasan atas pengeboman di Suriah. Namun, Israel mengklaim berhasil menembak jatuh 99 persen di antara senjata tersebut. (REUTERS/Amir Cohen)
Lebih dari 300 drone dan rudal Iran diluncurkan ke Israel pada 13 April 2024 lalu sebagai balasan atas pengeboman di Suriah. Namun, Israel mengklaim berhasil menembak jatuh 99 persen di antara senjata tersebut. (REUTERS/Amir Cohen)



Iran tercatat memiliki Shahab-3 dengan jangkauan 1.300 km, disusul Ghadr sekitar 1.600 km, dan Emad hingga 1.800 km.

Varian Khorramshahr menjadi yang terjauh dengan estimasi jangkauan 2.000-3.000 km. Selain itu, Iran juga mengembangkan rudal berbahan bakar padat seperti Haj Qassem, Kheibar Shekan, dan Fattah-1 yang berada di kisaran 1.400-1.450 km, serta Sejjil yang mampu mencapai 2.000 km.


Rudal Jelajah Serangan Darat (LACM)

Iran juga memiliki LACM atau Land-Attack Cruise Missile adalah rudal jelajah yang dirancang khusus untuk menyerang target di darat, baik sasaran tetap maupun bergerak.

Rudal ini terbang mengikuti lintasan yang telah diprogram menuju target. Menurut National Air and Space Intelligence Center (NASIC), LACM merupakan sistem senjata yang efektif karena banyak di antaranya terbang subsonik dan rendah, sehingga lebih sulit dideteksi radar dan dapat menyerang dari berbagai arah.

Dalam kategori ini, Iran memiliki Soumar dengan jangkauan yang tidak dipublikasikan, Hoveizeh dengan jangkauan sekitar 1.350 km, Ya Ali sekitar 700 km, serta Paveh yang diklaim mampu menjangkau hingga 1.650 km..




CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UEA Tutup Wilayah Udara Usai Serangan Israel-AS ke Iran, WNI Diimbau Tenang
• 30 menit lalukompas.com
thumb
Kasus flu babi pada manusia terdeteksi di Catalonia, Spanyol
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Dubes RI untuk Iran Pastikan 329 WNI di Teheran Aman Usai Serangan AS-Israel, Imbau Tetap Waspada
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Penerbangan ke Jenewa Dibatalkan, Wamen HAM Masih Tertahan di Doha
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kaesang Disuguhi Sate saat Silaturahmi ke Pesantren Nurul Qadim Probolinggo
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.