JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi mengeluarkan peringatan bagi warga negara Indonesia menyusul penutupan sementara sebagian wilayah udara Uni Emirat Arab (UEA) oleh General Civil Aviation Authority akibat serangan Israel dan Iran, Sabtu (28/2/2026).
KBRI mengimbau WNI yang berada di Abu Dhabi dan sekitarnya untuk segera menghubungi maskapai masing-masing guna memperoleh informasi terbaru terkait jadwal penerbangan apabila memiliki rencana perjalanan.
KBRI juga menyampaikan bahwa maskapai akan menyediakan bantuan dan akomodasi yang diperlukan bagi penumpang terdampak dengan bekerja sama dengan otoritas setempat.
“Masyarakat diminta tetap tenang, dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi guna menghindari informasi yang tidak akurat,” bunyi pengumuman seperti dikutip dari Instagram KBRI Abu Dhabi, Minggu (1/3/2026).
Bagi WNI yang terdampak pembatalan penerbangan atau berada di bandara, KBRI meminta agar segera menghubungi Hotline KBRI Abu Dhabi di nomor (+971) 56 615 6259, bila terdapat perkembangan atau kendala lain yang perlu dilaporkan.
KBRI Abu Dhabi menyebut penutupan sementara itu dilaksanakan sebagai langkah pencegahan guna menjamin keselamatan penerbangan, awak pesawat, serta keamanan wilayah negara di tengah perkembangan situasi keamanan regional.
“Keputusan ini diambil setelah penilaian menyeluruh terhadap risiko keamanan dan operasional, serta melalui koordinasi dengan otoritas nasional dan internasional,”
GCAA menegaskan bahwa keselamatan dan kedaulatan PEA merupakan prioritas utama, dan pembaruan informasi akan terus disampaikan sesuai perkembangan situasi.
Serangan Israel-AS ke IranDiberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat.
Dikutip dari The Guardian, Israel menutup wilayah udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal.
Juru bicara militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya.
Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran.
Laporan Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut.
Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut.
Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Kini, kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan. Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




