PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencetak kinerja positif sepanjang tahun lalu dengan membukukan laba bersih Rp2,07 triliun.
IDXChannel - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencetak kinerja positif sepanjang tahun lalu. Emiten sawit milik konglomerat Anthoni Salim itu membukukan kenaikan penjualan dan laba yang signifikan.
Salim Ivomas meraih penjualan sebesar Rp21,06 triliun pada 2025, tumbuh 32 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp15,97 triliun. Kenaikan ini terutama akibat kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit dan produk minyak dan lemak nabati.
Penjualan terbesar perseroan berasal dari divisi Edible Oils & Fat yang mencapai 71 persen, sedangkan 29 persen sisanya dikontribusikan divisi Plantations.
Sementara itu, laba kotor naik 13 persen menjadi Rp5,47 triliun meski margin turun menjadi 26 persen. Laba operasional juga tercatat tumbuh 21 persen menjadi Rp4 triliun
EBITDA terangkat 18 persen menjadi Rp5,59 triliun dengan margin 27 persen. Adapun laba bersih menembus Rp2,07 triliun, tumbuh 33 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,55 triliun.
Presiden Direktur Salim Ivomas, Paulus Moleonoto mengatakan, pada tahun lalu, perseroan meraih kinerja positif di tengah tantangan di sektor agribisnis, termasuk volatilitas harga komoditas, cuaca yang kurang bersahabat, dan ketidakpastian global.
"SIMP Group fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, perbaikan operasional dan produktivitas, dan mengutamakan belanja modal sambil menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Dari sisi neraca, Salim Ivomas memiliki aset Rp41,38 triliun dengan posisi kas dan setara kas Rp8,35 triliun. Liabilitas tercatat Rp14,78 triliun dan ekuitas Rp26,59 triliun dengan rasio pengungkit neto (net gearing) membaik dari 0,11 kali pada akhir 2024 menjadi 0,04 kali pada 2025.
Dari sisi operasional, perseroan mencatat produksi Tandan Buah Segar (TBS) turun 2 persen menjadi 2,7 juta ton. Namun, produksi CPO naik 4 persen menjadi 733 ribu ton seiring kenaikan TBS dari kebun eksternal.
(Rahmat Fiansyah)





