TNI Percepat Pembangunan Tanggul dan Sabo Dam di Tukka untuk Cegah Banjir Berulang

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – TNI menargetkan pembangunan tanggul dan sabo dam di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, segera rampung sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir berulang yang sebelumnya merugikan masyarakat setempat.

Wakil Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan, proyek tersebut menjadi prioritas dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

“Normalisasi sungai serta progres pembangunan tanggul dan sabo dam sebagai upaya pencegahan banjir berulang yang sebelumnya berdampak pada masyarakat di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Richard dalam siaran pers, dikutip Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Tito Resmikan 1.300 Huntara di Tapanuli Selatan dan 7 Kabupaten Terdampak Bencana Sumatera

Richard yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI menjelaskan, sabo dam merupakan bangunan pengendali aliran material seperti pasir, batu, dan lumpur yang dibangun di alur sungai. Infrastruktur ini berfungsi mengurangi risiko sedimentasi dan luapan air saat curah hujan tinggi.

Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, Richard bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi pembangunan pada Kamis (26/2/2026).

“Peninjauan ini bertujuan memastikan percepatan pembangunan konstruksi, rehabilitasi, dan pemulihan infrastruktur pascabencana, termasuk penyelesaian hunian sementara (huntara) beserta kesiapan layanan dasar sebelum ditempati warga terdampak,” jelas dia.

Komitmen pemulihan terpadu

Perwira tinggi TNI bintang tiga itu menegaskan komitmen TNI dalam mengawal seluruh tahapan penanganan pascabencana secara terpadu, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“TNI hadir bersama seluruh komponen dalam tahapan penanganan, mulai dari tanggap darurat, masa transisi darurat ke pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi,” ucap dia.

“Dukungan tersebut mencakup evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur dasar guna mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat,” tegasnya lagi.

Dalam pelaksanaannya, TNI juga berkoordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain untuk memperkuat sinergi lintas sektor agar proses pemulihan berlangsung cepat dan berkelanjutan.

Baca juga: Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Di sisi lain, jumlah pengungsi akibat bencana di wilayah Sumatera dilaporkan terus berkurang.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Februari 2026, jumlah pengungsi di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara turun signifikan dari 2.108.582 orang menjadi 11.250 orang.

Dari total 11.250 pengungsi tersebut, sebanyak 10.400 orang berada di Provinsi Aceh dan 850 orang di Provinsi Sumatera Utara.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, lima desa di dua provinsi masih perlu ditata ulang akibat dampak bencana, yakni tiga desa di Aceh dan dua desa di Sumatera Utara. Tidak ada desa di Sumatera Barat yang memerlukan penataan ulang.

Dari 52 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 38 daerah telah kembali normal. Tiga kabupaten/kota dalam kondisi mendekati normal, sedangkan 11 kabupaten/kota lainnya masih memerlukan perhatian khusus dalam proses pemulihan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Situasi Mencekam di Iran, Serangan AS-Israel Sasar Sekolah dan Tewaskan 40 Orang | KOMPAS MALAM
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
KBRI Abu Dhabi Minta WNI Waspadai Situasi Keamanan di Timur Tengah
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Mengapa Anak Suka Mengupil?
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Pantauan Udara Update Kondisi Sinkhole di Aceh hingga ke Jalur Alternatif
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Wakil Ketua MPR Tegaskan Peran Strategis Santri untuk Negeri
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.