REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Masoud Pezeshkian, Sabtu (28/2/2025) malam, mengecam serangan Amerika Serikat–Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Iran selatan. Di mana, serangan itu membuat 150-an orang siswi meninggal dunia.
“Tindakan brutal ini menandai satu lagi halaman hitam dalam catatan panjang kejahatan para agresor terhadap negeri ini, yang tidak akan pernah terhapus dari ingatan bangsa kita,” ujar Pezeshkian dikutip dari kantor berita Iran, IRNA.
Baca Juga
Fakta Terbaru Korban Serangan AS-Israel ke Iran: 150 Siswi Sekolah Meninggal Dunia
Empat Orang Terluka Akibat Kerusakan di Bandara Dubai Akibat Serangan Rudal Iran
Ketua MUI: Serangan AS-Israel ke Iran Runtuhkan Legitimasi BoP
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban, mendoakan agar arwah para korban beristirahat dengan tenang. Dia juga serta berharap para korban yang terluka segera pulih.
Sementara, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga menyinggung soal kejahatan yang dilakukan oleh rezim Amerika dan Israel. Ini termasuk serangan mematikan terhadap sebuah sekolah perempuan yang mengakibatkan ratusan anak tak berdosa meninggal dunia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain menyebut agresi AS-Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam PBB dan hukum internasional, ia juga menegaskan hak melekat Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya dengan segala kemampuannya.