FAJAR, BURIRAM – Seluruh mata pecinta balap dunia kini tertuju pada Sirkuit Internasional Chang, Buriram. Hari ini, Minggu (1/3/2026), talenta emas Indonesia, Veda Ega Pratama, berdiri di ambang sejarah besar dalam balapan utama Moto3 Thailand 2026.
Memulai balapan dari start posisi ke-5 jelas menguntungkan. Veda siap memberikan segalanya demi mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi.
Ambisi besar ini bukanlah tanpa alasan. Keberhasilan Veda mengamankan posisi start di baris kedua (row 2) pada sesi kualifikasi kemarin menjadi modal vital. Sebagai seorang pembalap muda, menembus jajaran lima besar tercepat di tengah kepungan rider elite dunia adalah bukti nyata bahwa mentalitas “Gas Pol” Veda sudah berada di level tertinggi.
Modal Kualifikasi Menuju Podium
Veda tampil tanpa celah sejak putaran pertama sesi kualifikasi. Keberhasilannya mengunci posisi start di barisan depan membuat peta persaingan di GP Thailand berubah drastis. Rider kebanggaan tanah air ini pun mengaku sangat puas dengan pencapaiannya yang melampaui ekspektasi tersebut.
“Terima kasih. Syukur Alhamdulillah. Hari ini mendapat hasil bagus,” ungkap Veda dengan nada penuh rasa syukur usai turun dari motornya.
“Saya tidak mengira bisa start dari row kedua. Pasti sangat senang. Ini membuat race menjadi lebih mudah.”
Dengan posisi start di barisan depan, Veda terhindar dari kerumunan padat di rombongan tengah, memberikan celah bersih untuk langsung menekan sejak tikungan pertama sirkuit Buriram yang teknis.
Mentalitas Juara
Bagi Veda, hasil kualifikasi hanyalah babak pembuka. Fokus utamanya adalah memenangkan pertempuran di lintasan hari ini. Kesiapan fisik dan kematangan taktik menjadi senjata utama pembalap muda ini untuk menghadapi tekanan tinggi di kelas Moto3 yang sangat kompetitif.
Menatap balapan yang akan berlangsung beberapa jam lagi, Veda menegaskan kesiapannya untuk bertarung habis-habisan hingga garis finis. Tidak ada rasa gentar, yang ada hanyalah tekad bulat untuk mengharumkan nama bangsa.
“Kita lihat saja besok (hari ini). Saya siap menjalani race di hari Minggu dan akan melakukan yang terbaik!” tegas Veda, mengirimkan sinyal perang bagi lawan-lawannya di lintasan.
Menanti Sejarah Baru Indonesia
Sejarah kini berada di ujung jari Veda Ega Pratama. Jika ia mampu mempertahankan ritme balapnya dan menjaga konsistensi di barisan depan, bukan tidak mungkin lagu Indonesia Raya akan berkumandang di bumi Thailand siang ini.
Seluruh dukungan dan doa rakyat Indonesia kini mengiringi setiap putaran roda motor Veda di Sirkuit Chang. Saatnya pembuktian, saatnya sejarah tercipta!





