Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran terus dimonitor secara penuh menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat. Kemlu berkoordinasi dengan KBRI Teheran untuk memastikan keselamatan para WNI di tengah situasi yang memanas.
Untuk diketahui, Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) melancarkan serangan militer gabungan yang menyasar sejumlah titik strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut memicu eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Iran mengklaim serangan balasan tersebut menyasar puluhan instalasi militer AS di kawasan Teluk dan negara-negara sekitarnya.
Setidaknya lima kota di Iran terdampak dari serangan Israel dan AS, yakni Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta bu kota Teheran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan serangan militer terhadap Iran dalam pernyataan video. Trump menyebut serangan AS sebagai serangan "besar-besaran dan berkelanjutan" untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran.
Dia juga menyebut bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mencegah Iran membahayakan nyawa warga negara AS.
"Militer Amerika Serikat sedang melancarkan operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini dari mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita," ucap Trump dalam pengumumannya, seperti dilansir CNN, Sabtu (28/2).
"Tujuan kita adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran," sebutnya.
"Kita akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah. Industri itu akan benar-benar -- sekali lagi -- dimusnahkan. Kita akan memusnahkan angkatan laut mereka," tegas Trump dalam pernyataan video yang dirilis via media sosial Truth Social pada Sabtu (28/2) dini hari waktu AS.
(eva/ygs)





