Taman Kota Cawang di Jakarta Timur diduga kuat disalahgunakan untuk aktivitas asusila sesama lelaki berdasarkan aduan masyarakat dan temuan alat kontrasepsi serta botol-botol minuman keras di lokasi. Menindaklanjuti dugaan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Timur menutup akses-akses masuk taman sebagai upaya preventif untuk mengurangi kerawanan sosial.
Pengawasan diperketat juga melalui operasi gabungan pada malam hari yang melibatkan Satpol PP, kepolisian, dan TNI. Selain itu, penerangan di sekitar taman akan ditambah, termasuk dengan pemasangan lampu sorot dan penopingan (pemangkasan vegetasi) guna meningkatkan visibilitas pantauan dan keamanan.
Pengawas Hutan Kota Sudin Jakarta Timur, Iwan Sulaiman, kepada detikcom di Taman Kota Cawang, Sabtu (28/2/2026), menceritakan pihaknya menciduk empat pria diduga hendak melakukan tindakan asusila di taman.
"Telah terjadi kegiatan asusila LGBT, yang empat orang pada (Jumat) pukul 01.00 pagi di lokasi Hutan Kota Jakarta Timur. Ya, betul (petugas menemukan benda-benda terindikasi aktivitas asusila). Ini kita kedapatan, ini ada perawat Hutan Kota Cawang, dua orang, itu kita menemukan alat kontrasepsi, ya, berikut tisu dan kondom," ungkap Iwan.
Para pelaku diduga masuk ke dalam taman lewat celah antara pagar taman dan dinding di malam hari. Kini celah tersebut sudah ditutup.
Celah yang dijadikan akses masuk para pelaku pada malam hari berada di dekat kolong Tol Cawang-Grogol, Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur (Jaktim). Celah tersebut merupakan titik akhir pagar pembatas taman dengan trotoar.
Celah tersebut memiliki ukuran kecil, kurang dari satu meter. Pada bagian bawah celah tersebut, terdapat beberapa batu besar, diduga biasa digunakan sebagai pijakan pelaku merangsek masuk ke Taman Kota Cawang.
Kini, celah tersebut pun telah ditutup dengan cor beton. Cor beton menutup penuh celah tersebut. Saat ini, cor beton tampak masih ditopang menggunakan tripleks.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran Satpol PP membersihkan kegiatan asusila dari Taman Kota Cawang. Pramono menambahkan, penertiban tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi juga di taman-taman lain di Jakarta, termasuk yang beroperasi 24 jam. Pemprov DKI akan memperketat pengawasan agar fasilitas umum digunakan sebagaimana mestinya.
"Saya akan meminta pada Satpol PP untuk membersihkan. Jakarta enggak boleh ada ruang tempat-tempat seperti itu," kata Pramono kepada wartawan di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cipayung, Jakarta Timur, kemarin.
"Semuanya akan kita perlakukan ya. Termasuk nanti kami akan pasang CCTV untuk itu," tegas Pram.
(aud/aud)




