Jakarta (ANTARA) - OpenAI mengumumkan pengguna jumlah aktif mingguan ChatGPT mencapai 900 juta orang serta mencatat 50 juta pelanggan layanan berbayar.
Dilansir dari Tech Crunch pada Minggu, perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan (AI) itu menyatakan pertumbuhan pelanggan berbayar meningkat signifikan sejak awal tahun.
Bulan Januari dan Februari disebut menjadi periode dengan penambahan pelanggan baru terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
“Momentum pertumbuhan pelanggan meningkat signifikan pada awal tahun, dengan Januari dan Februari yang masih berjalan menjadi bulan dengan penambahan pelanggan baru terbesar dalam sejarah kami,” kata OpenAI dalam pernyataannya.
Baca juga: OpenAI catat penggunaan "prompt" bertopik Ramadhan naik 85 persen
OpenAI menambahkan, ChatGPT dimanfaatkan pengguna untuk belajar, menulis, merencanakan, hingga membangun berbagai proyek. Menurut perusahaan, peningkatan skala penggunaan turut mendorong respons yang lebih cepat, keandalan lebih tinggi, serta performa dan standar keamanan yang lebih konsisten.
Angka 900 juta pengguna aktif mingguan tersebut meningkat 100 juta dibandingkan laporan Oktober 2025 yang mencatat 800 juta pengguna.
Pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan kabar bahwa OpenAI berhasil menghimpun pendanaan swasta senilai 110 miliar dolar AS atau setara Rp1,83 kuadriliun, yang disebut sebagai salah satu putaran pendanaan terbesar dalam sejarah perusahaan tertutup.
Pendanaan baru tersebut mencakup investasi 50 miliar dolar AS (Rp840 triliun) dari Amazon, serta masing-masing 30 miliar dolar AS (Rp504 triliun) dari Nvidia dan SoftBank, dengan valuasi pra-pendanaan mencapai 730 miliar dolar AS (Rp12,27 kuadriliun). Putaran pendanaan ini masih dibuka dan perusahaan memperkirakan investor lain akan turut bergabung.
Baca juga: Kreator OpenClaw bergabung dengan OpenAI
Baca juga: Perangkat keras pertama OpenAI bakal dirilis tahun ini
Baca juga: OpenAI kembangkan earphone "Sweet Pea" yang dilengkapi fitur AI bawaan
Dilansir dari Tech Crunch pada Minggu, perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan (AI) itu menyatakan pertumbuhan pelanggan berbayar meningkat signifikan sejak awal tahun.
Bulan Januari dan Februari disebut menjadi periode dengan penambahan pelanggan baru terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
“Momentum pertumbuhan pelanggan meningkat signifikan pada awal tahun, dengan Januari dan Februari yang masih berjalan menjadi bulan dengan penambahan pelanggan baru terbesar dalam sejarah kami,” kata OpenAI dalam pernyataannya.
Baca juga: OpenAI catat penggunaan "prompt" bertopik Ramadhan naik 85 persen
OpenAI menambahkan, ChatGPT dimanfaatkan pengguna untuk belajar, menulis, merencanakan, hingga membangun berbagai proyek. Menurut perusahaan, peningkatan skala penggunaan turut mendorong respons yang lebih cepat, keandalan lebih tinggi, serta performa dan standar keamanan yang lebih konsisten.
Angka 900 juta pengguna aktif mingguan tersebut meningkat 100 juta dibandingkan laporan Oktober 2025 yang mencatat 800 juta pengguna.
Pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan kabar bahwa OpenAI berhasil menghimpun pendanaan swasta senilai 110 miliar dolar AS atau setara Rp1,83 kuadriliun, yang disebut sebagai salah satu putaran pendanaan terbesar dalam sejarah perusahaan tertutup.
Pendanaan baru tersebut mencakup investasi 50 miliar dolar AS (Rp840 triliun) dari Amazon, serta masing-masing 30 miliar dolar AS (Rp504 triliun) dari Nvidia dan SoftBank, dengan valuasi pra-pendanaan mencapai 730 miliar dolar AS (Rp12,27 kuadriliun). Putaran pendanaan ini masih dibuka dan perusahaan memperkirakan investor lain akan turut bergabung.
Baca juga: Kreator OpenClaw bergabung dengan OpenAI
Baca juga: Perangkat keras pertama OpenAI bakal dirilis tahun ini
Baca juga: OpenAI kembangkan earphone "Sweet Pea" yang dilengkapi fitur AI bawaan





