MUI Kecam Keras AS-Israel Serang Iran, Sebut BoP Kehilangan Legitimasi

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai serangan ini membuat Board of Peace (BoP) kehilangan legitimasi.

Sudarnoto menilai serangan ini menjadi bukti konkret Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejatinya perusak atau penghancur perdamaian. 

"Karena itu, BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik dan bahkan hukum karena telah nyata tak berguna untuk menciptakan perdamain sejati dan apalagi keadilan," kata Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).

Sudarnoto menilai, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump benar-benar menjadi seorang aktor yang telah membajak kata-kata 'perdamaian' justru untuk ambisi hegemonik dan imperialistiknya. 

"Dengan adanya serangan terhadap Iran maka Trump dengan BoPnya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina," kata Sudarnoto. 

Dia menambahkan, agresi Amerika Serikat dan Israel ke Iran ini akan mendorong perang regional terutama di Timur Tengah. 

Menurutnya, hal ini memang yang dimaksudkan oleh Amerika Serikat dan Israel, sehingga Timur Tengah benar-benar lumpuh. 

"Dan yang pada akhirnya Palestina dan Timur Tengah pada umumnya di bawah kendali Amerika Serikat dan Israel. Indonesia hendaknya tidak terlibat dan dengan tegas menolak segala agresi militer," tegasnya. 

MUI meminta pemerintah Indonesia untuk menegakkan hukum internasional dan memperjuangkan penyelesaian damai berbasis keadilan. 

 

"Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika," sambungnya. 

Sudarnoto menilai, serangan ini juga berdampak kepada kawasan teluk, bahkan dunia lain terkena dampak negatif dan destruktif. 

Sudarnoto menegaskan, serangan ini menjadi konfigurasi geopolitik yang lebih besar, di mana Israel dan Amerika Serikat adalah pihak yang harus bertanggung jawab. 

Menurutnya, serangan ini jelas merupakan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, bahkan menghalangi dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina. 

"Jadi, ini cara untuk melakukan tekanan politik agar dominasi regional Israel atas Palestina benar-benar bisa terjamin," tuturnya.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Malaysia Anwar Ibrahim: Serangan Israel ke Iran Bawa Timur Tengah ke Ambang Bencana
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Ketua Umum DPP KNPI: Buka Puasa Bersama Pererat Soliditas dan Komitmen Kebangsaan
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Klasemen Bundesliga: Bayern Munich Kokoh di Puncak Usai Gasak Dortmund, Harry Kane Cetak Gol ke-30
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hasil Barcelona vs Villarreal: Blaugrana Tenggelamkan Yellow Submarine 4-1, Yamal Hattrick Perdana
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Langkah Prabowo Ingin Jadi Juru Damai Israel-Iran Disambut Baik
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.