JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menawarkan diri untuk menjadi penengah dalam eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) -Israel, dan Iran.
Tawaran untuk terbang ke Teheran guna memfasilitasi dialog ini disampaikan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada Sabtu (28/2/2026), merespons pecahnya serangan militer AS dan Israel ke wilayah Iran di hari yang sama.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan resmi Kemlu dikutip dari Antara.
Langkah Prabowo untuk menengahi konflik ini didasari oleh modal safari diplomatik empat negara yang baru saja Kepala Negara selesaikan.
Baca Juga: Rentetan Rudal Iran Diluncurkan! Pangkalan Militer AS di Bahrain-Qatar & Israel Jadi Sasaran
Prabowo tercatat bertatap muka langsung dengan pihak-pihak utama yang terafiliasi dengan pusaran konflik Timur Tengah saat ini, sebelum kembali ke Tanah Air.
Pada 19-21 Februari 2026 di Washington DC, Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump dan menyepakati Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Di sela-sela KTT Board of Peace perdana di kota yang sama, Indonesia juga secara tegas menyuarakan dukungan bagi terwujudnya perdamaian di Palestina.
Usai mengurus kerja sama Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) di Inggris pada Senin (23/2), Prabowo langsung bertolak ke Timur Tengah.
Baca Juga: Update! Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 115 Orang Akibat Serangan AS-Israel | SAPA PAGI
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- Prabowo Subianto
- Iran
- Amerika Serikat
- Israel
- mediasi perdamaian
- serangan as israel ke iran





