Subdit Jatantas Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap satu orang debt collector atau mata elang (matel) yang menusuk advokat di Kelapa Dua, Tangerang. Dua orang pelaku lainnya masih diburu.
Pelaku berinisial JBI ditangkap di Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, saat hendak melarikan diri. JBI berperan sebagai eksekutor yang menusuk korban saat kejadian.
"Yang diamankan 1 DC (debt collector) yang melakukan penusukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi, Minggu (29/2/2026).
Sementara itu, dua orang lainnya yakni SS dan HK masih diburu. Budi menyebut keduanya ikut serta mengintimidasi korban saat hendak dilakukan penarikan kendraan hingga berujung penusukan.
"Keberadaan kedua DPO masih dalam proses pencarian. SS bertugas untuk memegang Surat Kuasa dan berperan mengintimidasi korban dengan cara melotot kepada korban saat mencoba melakukan penarikan mobil diteras rumah korban dan mengikuti korban bersama HK saat korban menuju ke mobilnya," kata dia.
"HK bertugas melacak alamat melalui GPS Maps dan dokumentasi berperan mengintimidasi korban dengan cara melotot kepada korban saat mencoba melakukan penarikan mobil diteras rumah korban dan mengikuti korban bersama SS saat korban menuju ke mobilnya," imbuhnya.
Kronologi Penusukan
Kombes Budi Hermanto mengatakan peristiwa terjadi pada Senin (23/2) pukul 16.40 WIB. Korban dan istrinya yang hendak pergi untuk menjemput anaknya mendapati tiga orang pelaku di depan rumahnya.
"Korban dengan ketiga orang tidak dikenal tersebut terjadi cekcok mulut perihal adanya tunggakan cicilan mobil Toyota Fortuner warna putih milik korban, tunggakan korban selama 2 bulan. Lanjut korban dan saksi tidak menghiraukan ketiga orang tidak dikenal yang mengaku DC (debt collector)," kata Budi kepada wartawan, Selasa (24/2).
Sesampainya di gerbang perumahan, korban menegur petugas keamanan lantaran para pelaku yang datang ke rumahnya. Para pelaku yang hendak meninggalkan perumahan bertemu korban di gerbang. Saat itulah, terjadi aksi cekcok hingga berujung penusukan.
"Karena pada saat itu mobil yang diduga pelaku menghalangi jalan, korban mendatangi diduga pelaku untuk meminta identitas diduga pelaku tersebut. Pada saat saksi keluar mobil sudah melihat korban sudah bersimbah darah yang keluar dari perutnya yang ditusuk oleh salah satu laki-laki yang mengenakan kemeja kotak warna biru," jelas Budi.
Sesaat setelahnya, para pelaku meninggalkan lokasi kejadian. Budi mengatakan korban ditusuk sebanyak tiga kali oleh pelaku.
Budi Hermanto mengatakan kasus tersebut ditangani oleh Satreskrim Polres Tangsel. Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap para pelaku.
"Untuk pelaku masih diselidiki oleh Polres Tangsel," imbuhnya.
(wnv/idh)





