Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Situasi keamanan yang meningkat di kawasan Timur Tengah berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Beberapa maskapai dilaporkan melakukan penyesuaian rute serta penundaan jadwal sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika regional.
Kondisi tersebut turut memengaruhi jadwal keberangkatan maupun kepulangan jemaah umrah Indonesia, baik yang saat ini berada di Arab Saudi maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan dari Tanah Air.
Berdasarkan data melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi terpantau melalui koordinasi intensif dengan perwakilan RI dan otoritas setempat.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, menyatakan pihaknya terus mencermati perkembangan situasi secara saksama.
“Kami mengimbau seluruh jemaah umrah agar tetap tenang dan tidak panik. Silakan berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk mendapatkan informasi resmi dan terkini,”kata Puji Raharjo dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia juga meminta seluruh PPIU menjaga komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh agar setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait di dalam negeri maupun di Arab Saudi untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemerintah menegaskan komitmennya memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah umrah Indonesia. Setiap kebijakan penyesuaian akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan jemaah.
Kemenhaj juga mengimbau keluarga jemaah di Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah melalui Kemenhaj, perwakilan RI di Arab Saudi, serta otoritas terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif guna memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan terlayani dengan baik.
Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi melalui saluran resmi dan menjaga komunikasi melalui PPIU masing-masing agar setiap perkembangan yang diterima dapat dipertanggungjawabkan.
Editor: Redaktur TVRINews





