Jakarta, VIVA – Industri penerbangan global terguncang setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. Sekitar 3.200 jadwal penerbangan dari berbagai maskapai penerbangan global dibatalkan seiring penutupan wilayah udara di sebagian besar kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data perusahaan analitik penerbangan Cirium, lebih dari 1.800 penerbangan dari dan menuju negara-negara Timur Tengah dibatalkan pada Sabtu, 28 Februari 2026 dan 1.400 penerbangan tambahan pada Minggu, 1 Maret 2026. Sehingga total pembatalan mencapai 3.200 penerbangan hanya dalam dua hari.
Qatar Airways mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan. Emirates juga menghentikan operasional di Bandara Internasional Dubai yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia.
“Kami meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan ini atas ketidaknyamanan yang terjadi Kami akan membantu penjadwalan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif. Keselamatan dan keamanan penumpang serta awak kami tetap menjadi prioritas utama kami," kata Manajemen Emirates dalam pernyataan resmi dikutip dari CNBC Internasional, Minggu 1 Februari 2026.
Maskapai nasional India, Air India, turut menghentikan seluruh penerbangan ke Timur Tengah hingga rute antara India ke Eropa dan Amerika Serikat. Langkah ini menunjukkan luasnya dampak penutupan wilayah udara terhadap jaringan penerbangan global.
Etihad Airways juga dilaporkam membatalkan seluruh keberangkatan dari dan menuju Abu Dhabi hingga Minggu sore. Grup maskapai Jerman, Lufthansa Group, menangguhkan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Teheran hingga 7 Maret, serta mengalihkan sejumlah rute untuk menghindari wilayah konflik.
Sementara itu, penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Doha terpaksa berbalik arah saat berada di dekat Spanyol dan kembali ke titik keberangkatan. Maskapai tersebut menyatakan terus memantau situasi keamanan.
“Tim Keamanan Korporat kami dan unit lain di seluruh maskapai secara aktif memantau situasi sepanjang malam dan tetap berkoordinasi erat dengan Pemerintah AS,” tulis American Airlines dalam memo internal.
Maskapai lain seperti United Airlines membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 6 Maret dan ke Dubai hingga 4 Maret. Delta Air Lines juga menghentikan layanan ke Tel Aviv setidaknya hingga akhir pekan.





