OPINI: Menjaga ‘Rapor Hijau’ Stunting

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA -  Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan dalam upaya menurunkan angka stunting. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional, prevalensi stunting turun dari 30,8% pada 2018 menjadi 19,8% pada 2024. Penurunan ini memberikan manfaat ekonomi yang diperkirakan mencapai US$10 miliar.

Manfaat tersebut berasal dari berbagai dampak positif, a.l berkurangnya sekitar 9.300 kematian anak, terselamatkannya sekitar 5,3 juta poin IQ yang sebelumnya berpotensi hilang, serta berkurangnya kehilangan sekitar 854.000 tahun masa sekolah setiap tahunnya. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan laju penurunan stunting tercepat di dunia.

Kemajuan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan di bidang kesehatan. Dampaknya nyata bagi kehidupan anak-anak Indonesia. Makin sedikit anak yang memulai hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan, dan makin banyak yang memiliki fondasi fisik serta kognitif yang dibutuhkan untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi secara bermakna bagi masyarakat.

Seiring dengan berlanjutnya pelaksanaan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting, serta komitmen Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan target Nutrition for Growth yang makin dekat, Indonesia perlu menjaga momentum dan kemajuan yang dicapai.

Stunting bukan semata-mata persoalan kesehatan. Berbagai studi menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih besar menghadapi hambatan dalam prestasi belajar, kesiapan memasuki dunia kerja, serta tingkat produktivitas.

Dalam skala nasional, kondisi ini membatasi daya saing jangka panjang dan menghambat pencapaian ambisi pembangunan. Saat ini, lebih dari 4,5 juta anak Indonesia di bawah usia 5 tahun masih mengalami stunting, atau hampir seperlima dari seluruh anak usia dini. Berdasarkan Cost of Inaction Tool yang dikembangkan oleh Nutrition International, stunting berkontribusi terhadap sekitar 26.000 kematian yang sebenarnya dapat dicegah setiap tahunnya.

Baca Juga

  • Tak Hanya Stunting, Ancaman Triple Burden Gizi Mengintai Anak Indonesia
  • 5 Fakta Penting soal Stunting di Indonesia yang Masih Sering Diabaikan
  • Lawan Stunting, Ribuan Posyandu Kaltim Bakal Direvitalisasi

Dampak ekonomi stunting juga sangat besar. Setiap tahunnya, stunting diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi sebesar US$29 miliar (>Rp490 triliun). Kerugian itu mencakup hilangnya lebih dari 2,4 juta tahun masa sekolah serta sekitar 15 juta poin IQ setiap tahun. Untuk itu, menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas bukanlah pilihan, tetapi keharusan.

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen untuk memprioritaskan perbaikan gizi sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat. Pengalaman Indonesia dalam menurunkan angka stunting membuktikan bahwa kemajuan nyata dapat dicapai ketika penanganan stunting dijadikan agenda bersama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Kemajuan Indonesia dalam menurunkan angka stunting dalam skala besar mencerminkan adanya strategi yang jelas, kepemimpinan yang kuat, serta koordinasi yang konsisten dari tingkat kebijakan nasional hingga pelaksanaan di desa. Pendekatan ini menempatkan penurunan stunting sebagai prioritas lintas sektor, mencakup kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, pembangunan desa, dan sistem pangan, sehingga memungkinkan capaian tersebut terwujud.

Di tingkat lokal, para pemangku kepentingan di tingkat provinsi, kabupaten, dan komunitas menyesuaikan kebijakan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2018–2024 dengan kondisi setempat. Penyesuaian ini memastikan bahwa intervensi yang dirancang secara nasional benar-benar menjangkau anak-anak, ibu hamil, dan remaja putri yang paling membutuhkan. Salah satu contohnya adalah proyek Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) yang dilaksanakan oleh Nutrition International dan Save the Children sejak 2019. Proyek ini mendukung adaptasi kebijakan nasional ke tingkat lokal melalui penguatan kapasitas para pemimpin daerah dalam perencanaan, penganggaran, serta peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan.

Kemitraan teknis jangka panjang juga berperan penting dalam mengubah kebijakan menjadi hasil yang berkelanjutan. Sejak 2006, Nutrition International telah bekerja sama dengan pemerintah di tingkat nasional dan subnasional untuk mendukung pelaksanaan intervensi gizi berbasis bukti yang berbiaya rendah dan berdampak tinggi. Intervensi-intervensi ini secara langsung berkontribusi terhadap penurunan stunting di Indonesia.

Upaya tersebut mencakup peningkatan kesehatan ibu dan anak, promosi menyusui eksklusif sejak dini, pengobatan anemia dan malnutrisi akut berat, suplementasi mikronutrien, serta dorongan terhadap penerapan pola makan yang sehat dan beragam.

Indonesia kini memasuki babak baru dalam upaya menurunkan stunting. Rancangan Peraturan Presiden tentang Percepatan Penurunan Stunting yang tengah disiapkan, serta pembentukan Badan Nasional Gizi, mencerminkan komitmen nasional yang kuat. Pada saat yang sama, pemerintah menetapkan target yang ambisius untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2% pada 2029.

Mencapai target ini membutuhkan komitmen politik berkelanjutan, koordinasi lintas sektor yang solid, peningkatan investasi dalam program gizi, serta implementasi efektif dan dalam skala besar.

Perjalanan Indonesia dalam menurunkan angka stunting menunjukkan: kepemimpinan, bukti ilmiah, dan kolaborasi berjalan seiring. Pencapaian tujuan nasional, mulai dari prioritas pembangunan jangka menengah hingga visi Golden Indonesia 2045, pada akhirnya bergantung pada kemampuan memastikan generasi saat ini tumbuh sehat, mendapatkan nutrisi yang cukup, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Berinvestasi dalam gizi berarti berinvestasi dalam daya saing, ketahanan, dan kemakmuran bersama Indonesia di masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1 Orang di Tel Aviv Tewas Akibat Serangan Balasan Iran, 20 Lainnya Terluka
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
AKBP Didik sudah Dipecat Tetapi Dimutasi ke Yanma, Ini Penjelasan Polri
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Sebut Pejabat Bea Cukai Beli Mobil untuk Simpan dan Pindahkan Uang Suap
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Pengiriman Ponsel Global Diprediksi Anjlok 12,9 Persen akibat Krisis Memori
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Fariz RM Hijrah usai Bebas dari Penjara, Kuasa Hukum: Dia Sudah Bertobat
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.