Raksasa Pelayaran CMA-CGM Tarik Mundur Kapal Akibat Perang AS-Iran

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Compagnie Maritime d'Affrètement - Compagnie Générale Maritime (CMA-CGM), raksasa pelayaran asal Prancis, menginstruksikan seluruh kapalnya untuk berlindung usai konflik di Timur Tengah memanas serta adanya pembatasan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Berdasarkan keterangan resminya, Minggu (1/3/2026), manajemen CMA CGM menegaskan kembali bahwa keselamatan dan keamanan kru tetap menjadi prioritas utama perusahaan di tengah perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"CMA CGM terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan kapal serta melindungi kargo pelanggan," tulis manajemen CMA CGM.

CMA CGM menyampaikan sejumlah langkah-langkah darurat. Pertama, instruksi perlindungan, seluruh kapal yang berada di dalam maupun yang menuju Teluk Persia telah diinstruksikan untuk segera menuju tempat perlindungan (shelter) secepatnya.

Kedua, penangguhan Jalur Suez, pelayaran melalui Terusan Suez ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Seluruh kapal akan dialihkan rutenya melalui Tanjung Harapan (Cape of Good Hope).

"Pelanggan akan segera dihubungi setelah kami mendapatkan rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan pelabuhan alternatif untuk pembongkaran kargo," tulisnya.

Baca Juga

  • Bandara Dubai Kena Rudal Iran, Penerbangan Emirates hingga Etihad Lumpuh
  • Trump Klaim Khamenei Tewas Usai Serangan AS, Iran Sebut 'Perang Psikologis'
  • Dinilai Langgar Piagam PBB, Kedubes Iran Kutuk Serangan Israel-AS

Adapun, keputusan ini diambil murni demi pertimbangan keselamatan dan dilakukan sesuai dengan Syarat dan Ketentuan Bill of Lading perusahaan.

Mengutip laporan Bloomberg, sejumlah kapal melaporkan mendengar siaran radio yang diklaim berasal dari Angkatan Laut Iran, yang mengumumkan bahwa transit melalui Selat Hormuz dilarang.

Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari Teheran mengenai status selat yang sangat krusial bagi aliran minyak dan gas tersebut. Namun, beberapa kapal tanker yang berencana menuju Hormuz terpantau berputar balik dalam beberapa jam terakhir.

Sejumlah besar kapal lainnya sudah lebih dulu berhenti untuk menunggu di dekat pintu masuk jalur air sesaat setelah pemboman dimulai.

Gangguan ini memiliki dampak masif, mulai dari kapal tanker minyak mentah hingga kapal kontainer yang mengangkut furnitur. Selat Hormuz adalah titik nadi (chokepoint) penting bagi pasar energi, karena seperlima dari minyak dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melintasi jalur ini setiap hari.

Belum jelas berapa lama gangguan ini akan berlangsung. Meskipun ada beberapa kapal yang tetap nekat melintas, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Ditutup Imbas Serangan ke Iran, Pengusaha Mulai Menghitung Dampak
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Efisiensi: Puasa Anggaran ala Prabowo dan Hikmahnya
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Dibanderol Rp3,085 Juta/ Gram, Ini Daftar Selengkapnya
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gunung Marapi Kembali Erupsi Semburkan Abu Setinggi 1.500 Meter
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
8 Fenomena Langit Sepanjang Maret, Ekuinoks Terjadi Saat Lebaran
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.