Jika Israel dibantu Amerika Serikat untuk menyerang Iran, maka seharusnya China dan Rusia Juga ikut membantu Iran untuk menghadapi kedua negara yang menyerangnya.
Sudah saatnya China dan Rusia memperlihatkan dirinya secara terang-terangan dalam membela negara yang ditindas oleh Amerika Serikat. Sebab jika hal itu tidak dilakukan, AS tentu akan semakin bebas menzalimi negara-negara yang tidak mau ikut perintahnya.
Saatnya China dan Rusia unjuk kekuatan dengan menggerakkan armadanya, melewati kawasan teluk supaya AS berpikir 10 kali untuk menyerang Iran.
Apalagi AS tahu, bila negaranya terseret terlaku jauh ke dalam peperangan, maka negaranya dalam jangan menengah atau panjang tidak akan pernah bisa untuk menang. Lihat saja yang terjadi di Vietnam dan Afghanistan.
Di Vietnam, AS tunduk kepada tentara Viet Cong yang berjuang melawan tentara AS dengan menggunakan taktik gerilyanya--sehingga akhirnya Amerika Serikat mundur dari perang Vietnam. Sama halnya di Afghanistan, ternyata senjata canggih yang dimiliki Amerika tidak mampu mengendorkan para Thalian sehingga AS terpaksa angkat kaki.
Oleh karena itu belajar dari sejarah, AS tentu tidak akan berani masuk terlalu jauh dalam peperangan melawan negeri Ayatullah tersebut. Sebab, mereka tidak akan sanggup untuk melawan semangat dari para mullah yang tidak akan pernah merasa gentar sedikit pun untuk perang menghadapi musuh--terutama Israel dan AS.
Untuk itu dalam perang kali ini, sudah saatnya Iran menghadapkan moncong senjata balistiknya ke Washington DC dan ke Tel aviv untuk menghancurkan singgasana Trump dan Netanyahu.
Sehingga diharapkan AS dan Israel tidak lagi berani berbuat seenaknya untuk menghancurkan negara dan kepala negara yang tidak mereka sukai. Ini sangat penting dilakukan oleh Iran, China, dan Rusia secara bersama--karena dunia sekarang ini sudah sangat rindu, kedatangan hari di mana manusia bisa hidup di muka bumi tanpa kehadiran Donald Trump dan Netanyahu.





