Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah melakukan langkah mitigasi menyusul penutupan ruang udara oleh sejumlah negara di kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya situasi keamanan regional. Hal itu dilakukan untuk menghindari potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara.
Dalam keterangan tertulis, Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah Muhammad Ilham Effendy mengatakan pihaknya telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara.
“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar dia di Jeddah, Sabtu (28/2).
Negara-negara yang menutup ruang udara untuk kedatangan dan keberangkatan penerbangan antara lain Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Sedangkan, Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada, menyesuaikan perkembangan situasi keamanan.
Bagi jemaah yang tertunda kepulangannya akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan, KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan pihak maskapai penerbangan, travel penyelenggara, dan syarikah (mitra travel di Arab Saudi).
Hingga kini, pemerintah memastikan situasi dan kondisi di wilayah Arab Saudi tetap aman dan terkendali. Aktivitas umum berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.
KBRI Riyadh Imbau WNI Tetap TenangIlham mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk tetap tenang menghadapi situasi ini. Dia juga meminta WNI untuk senantiasa memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia.
“Di sisi lain, KBRI Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika status keamanan kawasan,” ucapnya.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi menyatakan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.





