Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Serangan AS-Israel picu kepanikan massal dan gelombang pengungsian warga sipil Iran.
  • Warga Teheran mulai menimbun makanan dan mengungsi usai serangan rudal mendadak.
  • Sikap warga Iran terbelah antara keinginan ganti rezim dan penolakan agresi asing.

Suara.com - Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran menyebarkan ketakutan serta kepanikan di seluruh Iran. Warga sipil kini berupaya melakukan berbagai langkah pertahanan mandiri demi mengamankan diri dari ancaman ledakan.

Gelombang pengungsian mulai terlihat saat warga meninggalkan pusat kota menuju daerah yang dianggap lebih aman. Sebagian lainnya memilih untuk menimbun bahan pangan serta mengantre panjang di SPBU guna mengamankan stok bahan bakar.

Kepulan asap tebal terlihat membubung tinggi sesaat setelah rudal pertama menghantam pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Situasi semakin kacau ketika para orang tua bergegas menjemput anak-anak mereka dari sekolah dan segera bersiap meninggalkan kediaman masing-masing.

"Kami akan mengungsi ke Yazd karena Teheran sudah tidak aman lagi. Saya meninggalkan seluruh harta benda saya di kota ini," ujar Gholamreza, seorang warga sipil Iran, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Badan keamanan tertinggi Iran memprediksi serangan akan terus berlanjut di Teheran serta beberapa kota strategis lainnya. Mereka mendesak masyarakat untuk segera mencari tempat perlindungan yang lebih aman guna menghindari dampak agresi.

Ketakutan serupa dirasakan oleh Minou, seorang ibu di kota Tabriz. Sambil menangis, ia menceritakan keputusasaan yang dialami keluarganya.

"Anak-anak saya gemetar ketakutan. Kami tidak tahu harus pergi ke mana lagi," ucapnya pilu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk mengakhiri ancaman keamanan bagi Amerika Serikat, sekaligus memberikan peluang bagi rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Ali Khamenei.

Tanggapan warga Iran terhadap serangan ini pun terbelah. Seorang warga asal Yazd mengaku mendukung aksi tersebut dengan harapan rezim ulama yang berkuasa sejak 1979 dapat segera jatuh.

Baca Juga: Legenda Liverpool Terjebak di Abu Dhabi, Penerbangan Dibatalkan saat Ledakan Terdengar

"Biarkan saja mereka membom," cetusnya.

Sebaliknya, Samira Mohebbi, warga kota Rasht, menyatakan penolakannya meskipun ia tidak sejalan dengan rezim pemerintahannya. Ia khawatir agresi militer asing hanya akan membawa kehancuran jangka panjang bagi negaranya.

"Saya menentang rezim ini, tetapi saya tidak ingin negara saya diserang pasukan asing. Saya tidak ingin Iran berubah menjadi seperti Irak," tegasnya, merujuk pada konflik berkepanjangan pasca-invasi AS yang menggulingkan Saddam Hussein.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Pramugari Era 80-an, Naysila Mirdad Rela Potong Rambut di Kapal Terbang
• 23 jam lalugrid.id
thumb
3 Bacaan Doa agar Terhindar dari Musibah dan Keburukan
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prediksi Dewa United vs Bhayangkara FC, Head to Head dan Susunan Pemain
• 41 menit lalubisnis.com
thumb
Imlek Bareng Ramadhan, Prabowo: Ini Wajah Asli Indonesia
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Kemendagri Tegaskan Pentingnya Indikator Bersama untuk Pertumbuhan Ekonomi 
• 4 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.