Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei membuka jalan diplomasi. Menurutnya, diplomasi akan lebih mudah.
Dilansir CBS News, pernyataan ini disampaikan Trump pada Sabtu (28/2/2026) malam waktu setempat. Trump mengatakan diplomasi akan menjadi lebih mudah.
"Jauh lebih mudah sekarang daripada sehari yang lalu, tentu saja," kata Trump, ketika ditanya tentang prospek solusi diplomatik untuk krisis tersebut selama wawancara telepon.
"Karena mereka sedang mengalami kekalahan telak," sambungnya.
Ia menyatakan keyakinannya pada hasil sejauh ini. Dia menyebut serangan hari Sabtu (28/2) sebagai hari yang luar biasa bagi AS dan dunia.
Sebelumnya, Trump mengumumkan Khamenei, pemimpin tertinggi Iran selama hampir 37 tahun, tewas dalam serangan tersebut. Sumber-sumber mengatakan kepada CBS News bahwa sekitar 40 pejabat Iran tewas dalam serangan AS-Iran tersebut.
Trump mengatakan kepada CBS News bahwa "ada beberapa kandidat yang baik" untuk memimpin Iran setelah kematian Khamenei tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Untuk diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2) kota Iran. Kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei di Teheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom. Iran mengancam membalas serangan yang menewaskan pemimpin mereka.
"Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki," kata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
(rdp/imk)





