Percaya Diri Bojan Hodak Hadapi Bernardo Tavares! Persib Bandung Siap Kejutkan Tuan Rumah Persebaya Surabaya

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BANDUNG — Sepak bola tidak hanya dimenangkan oleh gol, tetapi juga oleh momentum. Dan saat ini, Persib Bandung merasa sedang berada di sisi yang tepat dari arus tersebut.

Kemenangan telak lima gol tanpa balas atas Madura United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis malam, 26 Februari 2026, bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Maung Bandung. Hasil itu menjadi pernyataan bahwa mesin Persib mulai bekerja dengan ritme yang stabil—tepat ketika kompetisi memasuki fase paling menentukan.

Di balik kemenangan besar itu, pelatih Persib, Bojan Hodak, melihat sesuatu yang lebih penting daripada skor mencolok: kembalinya kepercayaan diri tim.

Meski tidak mendampingi langsung dari tepi lapangan akibat akumulasi kartu kuning, pelatih asal Kroasia tersebut tetap memantau jalannya pertandingan dengan detail. Dari jauh, ia menyaksikan bagaimana para pemainnya tampil lepas, agresif, dan percaya diri—sesuatu yang sempat menghilang dalam beberapa laga sebelumnya.

“Sangat bagus kami bisa menang besar. Penting bagi striker untuk mencetak gol karena mereka butuh kepercayaan diri,” ujarnya usai sesi latihan di GBLA, Jumat malam.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi mencerminkan filosofi dasar seorang pelatih: performa tim sering kali bermula dari kondisi mental pemain depan.

Gol sebagai Obat Psikologis

Dalam sepak bola modern, lini serang bukan hanya soal taktik, tetapi juga psikologi. Striker hidup dari momentum. Ketika gol datang, keputusan menjadi cepat dan naluriah. Saat gol seret, keraguan mulai menggerogoti.

Lima gol Persib ke gawang Madura United menjadi semacam terapi kolektif bagi lini depan. Serangan yang sebelumnya terasa kaku kini mengalir lebih natural. Pergerakan tanpa bola lebih berani, penyelesaian akhir lebih tenang.

Bagi Hodak, ini pertanda penting menjelang laga tandang berat ke markas Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Super League 2025/2026.

Surabaya bukan sekadar kota tujuan berikutnya. Ia adalah ujian mental.

Stadion Gelora Bung Tomo dikenal sebagai salah satu venue dengan tekanan atmosfer paling intens di Indonesia. Dukungan suporter tuan rumah sering kali mengubah pertandingan menjadi duel emosional, bukan sekadar teknis.

Namun Persib datang dengan modal berbeda: kepercayaan diri yang sedang naik.

Persaingan Sehat di Ruang Ganti

Masuknya striker anyar Sergio Castel memberi dinamika baru di dalam skuad. Kehadiran pemain baru menciptakan kompetisi internal yang, menurut Hodak, justru memperkuat tim.

Tidak ada posisi yang benar-benar aman.

Setiap pemain dituntut menunjukkan performa terbaik demi tempat di sebelas pertama. Situasi ini membuat intensitas latihan meningkat dan energi kompetitif terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Efeknya terlihat jelas pada laga terakhir. Para pemain pengganti tidak sekadar mengisi waktu, tetapi mengubah jalannya pertandingan.

“Semua pemain pengganti memberikan dampak besar,” kata Hodak. “Kami tidak bisa hanya bergantung pada sebelas pemain pertama.”

Di sinilah kekuatan Persib musim ini mulai terlihat: kedalaman skuad.

Saat banyak tim kehilangan energi selepas satu jam pertandingan, Persib justru meningkatkan tempo. Pergantian pemain sekitar menit ke-60 membuat permainan semakin agresif, memaksa lawan bertahan lebih dalam.

Dominasi di fase akhir pertandingan menjadi ciri baru tim asuhan Hodak.

Duel Dua Filosofi Pelatih

Pertandingan melawan Persebaya juga menghadirkan narasi menarik di pinggir lapangan: duel strategi antara Bojan Hodak dan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.

Keduanya dikenal memiliki pendekatan berbeda.

Hodak menekankan fleksibilitas taktik dan rotasi pemain. Ia gemar memanfaatkan kedalaman skuad untuk menjaga intensitas sepanjang laga.

Sebaliknya, Tavares dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan disiplin struktur permainan dan organisasi tim yang ketat. Persebaya di bawahnya sering tampil sabar, menunggu kesalahan lawan sebelum menyerang balik dengan cepat.

Pertemuan dua filosofi ini menjanjikan pertandingan yang bukan hanya keras secara fisik, tetapi juga kompleks secara taktik.

Siapa yang mampu mengontrol tempo, kemungkinan besar akan mengontrol hasil.

Momentum dan Bahaya Euforia

Meski percaya diri, Hodak memahami bahaya terbesar setelah kemenangan besar adalah rasa puas yang datang terlalu cepat.

Sepak bola Indonesia kerap memperlihatkan bagaimana tim yang sedang naik justru terpeleset saat ekspektasi memuncak. Karena itu, fokus latihan Persib beberapa hari terakhir diarahkan pada stabilitas permainan, bukan selebrasi kemenangan.

Konsistensi menjadi kata kunci.

Setiap poin kini terasa krusial dalam persaingan papan atas klasemen. Duel melawan Persebaya bukan sekadar laga gengsi antara dua klub besar, tetapi juga pertarungan menjaga momentum menuju fase akhir musim.

Persib datang dengan optimisme. Persebaya datang dengan tekanan untuk menang di kandang sendiri.

Di antara dua kepentingan itu, pertandingan dipastikan berjalan ketat sejak menit pertama.

Pada akhirnya, sepak bola selalu kembali pada satu pertanyaan sederhana: apakah momentum cukup kuat untuk bertahan di bawah tekanan?

Jawabannya akan muncul di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin malam, ketika dua pelatih dengan keyakinan berbeda saling menguji strategi—dan ketika Persib mencoba membuktikan bahwa pesta gol di Bandung bukan sekadar kebetulan sesaat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Izin Usaha Lapangan Padel Pulomas Dinyatakan Tidak Sah, Gubernur Jakarta: Tidak Boleh di Perumahan
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
PT Avicent Indo Utama Bagikan 800 Paket Takjil di Jalan Basuki Rahmad Madiun
• 4 jam lalurealita.co
thumb
Langkah Prabowo Ingin Jadi Juru Damai Israel-Iran Disambut Baik
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Ryan Gosling Jadi Wajah Maskulinitas Baru, Gen Z Tinggalkan Sosok Alpha
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
AKBP Didik Dimutasi ke Yanma Polri untuk Proses Pemecatan
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.