Dirut Bulog Cek Harga Pangan di Pasar Terong Makassar, Pastikan Terkendali Sesuai HET dan HAP

terkini.id
10 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Di tengah kekhawatiran lonjakan harga jelang Ramadan dan Idulfitri, sidak di Pasar Terong Makassar justru membawa kabar baik: harga pangan pokok terpantau stabil dan sesuai ketentuan.

Temuan lapangan ini menjadi sinyal penting bahwa pengawasan rutin efektif menjaga daya beli masyarakat.

Direktur Utama Bulog RI, Mayjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan hasil pengecekan langsung di lapangan. Harga beras SPHP terjaga di Rp12.500/kg, beras premium Rp14.900/kg—seluruhnya sesuai HET.

Minyak goreng juga stabil di Rp15.700/liter, dengan banner harga terpampang di kios-kios pengecer agar tidak terjadi penjualan di atas ketentuan.

“Gula dan tepung stabil. Harga daging sapi bahkan di bawah HAP—sekitar Rp120.000/kg dari acuan Rp140.000. Ayam di kisaran Rp32.000–33.000/kg. Ini menunjukkan stabilitas harga cukup terjaga,” ujarnya.

Komoditas hortikultura pun relatif terkendali. Cabai merah keriting di Pasar Terong berada di kisaran Rp20.000/kg (lebih rendah dibanding Jakarta sekitar Rp30.000/kg), sementara cabai rawit Rp60.000/kg (Jakarta mendekati Rp70.000/kg).

Perbedaan ini menunjukkan pasokan lokal berperan menahan gejolak harga.
Pesan Kunci untuk Pengecer & Pengawasan Rutin Ahmad Rizal menitipkan pesan agar pengecer tidak memanfaatkan momentum Ramadan–Lebaran untuk menaikkan harga.

Ia mendorong pengawasan rutin minimal tiga kali sepekan oleh Satgas Pangan Provinsi Sulawesi Selatan bersama pengelola pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel agar harga tetap terkendali hingga Idulfitri.

Stok Aman: Beras & Minyak GorengDari sisi ketersediaan, stok beras Bulog nasional dilaporkan naik dari 3,2 juta ton (Desember) menjadi 3,6 juta ton per 1 Maret 2026. Untuk minyak goreng, skema DMO memastikan pasokan mengalir ke pasar SP2KP. Distribusi difokuskan ke pengecer ber-NIB agar tepat sasaran dan mudah dikontrol. Langkah ini penting untuk mencegah penyelewengan dan memastikan minyak goreng sampai ke konsumen dengan harga wajar.

Kenapa Sidak Rutin Itu Penting?

– Mencegah spekulasi harga: Banner HET/HAP di kios memudahkan konsumen ikut mengawasi.
– Menjaga daya beli: Stabilitas harga membantu rumah tangga merencanakan belanja jelang hari besar.
– Menjamin pasokan: Kontrol stok dan distribusi menutup celah kelangkaan.
– Transparansi rantai pasok: Penjualan oleh pengecer ber-NIB memudahkan penindakan jika ada pelanggaran.

Dengan pengawasan konsisten dan pasokan yang aman, stabilitas harga di pasar tradisional bukan sekadar wacana—tapi kerja kolaboratif yang nyata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catat Tanggalnya! Mudik Lebaran Gratis Kemenhub 2026 Resmi Dibuka: Kuota Terbatas, Ini Cara Daftar, Rute, dan Jadwal Lengkapnya
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Jeddah Imbas Penutupan Ruang Udara Timteng
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
5 Chemistry Romantis Terbaik Kim Hye Yoon dengan Lawan Main di Drakor Populer
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gempa M4,4 Guncang Sumba Timur NTT, BMKG: Pusatnya di Darat! 
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Israel Akui Ali Khamenei Terbunuh oleh Serangan “Ratusan” Jet Tempur
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.