Pantau - Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani menegaskan upaya Amerika Serikat dan Israel untuk mengganti pemerintahan di Iran merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negaranya.
Pernyataan itu disampaikan Iravani dalam rapat Dewan Keamanan PBB di New York menyusul meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
“Presiden AS dan Perdana Menteri rezim Israel mengaku bertanggung jawab atas agresi ini dan menyatakan tujuan mereka adalah mengganti rezim. Pengakuan jelas untuk melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Iran,” ungkapnya.
Ia menegaskan tindakan militer yang dilakukan tidak dapat dikategorikan sebagai pembelaan diri yang sah menurut hukum internasional.
“Agresi militer yang dilakukan AS dan Israel tidak memenuhi kriteria sah untuk membela diri,” ujarnya.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk Teheran yang dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan tersebut yang memicu eskalasi militer lebih luas di kawasan.
Iran Tegaskan Pelanggaran Hukum InternasionalDalam forum Dewan Keamanan PBB, Iran menegaskan tindakan tersebut merupakan bentuk agresi dan pelanggaran hukum internasional.
Teheran menyatakan posisi resminya bahwa setiap upaya untuk mengganti pemerintahan melalui kekuatan militer bertentangan dengan prinsip Piagam PBB.
Situasi di kawasan Timur Tengah hingga kini masih memanas dengan kekhawatiran meluasnya konflik antarnegara.



