Bisnis.com, JAKARTA — Para pemimpin dunia mendesak penyelesaian cepat atas krisis di Timur Tengah setelah sekutu Amerika Serikat (AS) mendukung keputusan untuk menargetkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
China sebelumnya menyerukan gencatan senjata segera pada Sabtu (28/2/2026), sebelum konfirmasi kematian Khamenei diumumkan. Melansir Bloomberg, Minggu (1/3/2026), Kementerian Luar Negeri China mengatakan, penghentian operasi militer diperlukan untuk menghindari eskalasi ketegangan lebih lanjut, melanjutkan dialog dan negosiasi, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Seruan serupa juga disampaikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Alih-alih meningkatkan eskalasi, dia mendesak AS dan Iran untuk menempuh jalur diplomatik.
"Serangan Israel terhadap Iran, serta aksi militer Amerika yang menyertainya, membawa Timur Tengah ke ambang bencana," tulis Anwar dalam unggahan Facebook pada Sabtu waktu setempat.
"Inisiasi serangan ini oleh Israel merupakan upaya keji untuk menggagalkan negosiasi yang sedang berlangsung dan menyeret negara lain ke dalam konflik yang mungkin mustahil dikendalikan," tegasnya.
Menteri Senior Singapura Lee Hsien Loong memperingatkan pada Sabtu (28/2/2026) bahwa krisis ini kemungkinan akan memengaruhi harga energi dan berdampak pada negara-negara yang jauh dari Timur Tengah.
Baca Juga
- Ali Khamenei Tewas usai Serangan AS-Israel, Iran Masuk Masa Transisi
- Trump Kirim Serangan Paling Mematikan dalam Sejarah AS ke Iran
- Televisi Iran Konfirmasi Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei Usai Serangan AS
"Kita bisa melihat bagaimana perang dimulai, tetapi sangat sulit untuk mengetahui bagaimana perang akan berakhir," ujarnya dalam sebuah acara di Singapura.
Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon dan Menteri Luar Negeri Winston Peters menyatakan rezim Iran telah selama beberapa dekade mengabaikan harapan komunitas internasional dan kehilangan dukungan rakyatnya sendiri.
"Kami bergabung dengan komunitas internasional dalam berharap krisis ini berakhir secepat mungkin," kata mereka dalam pernyataannya. "Kami menyerukan dimulainya kembali negosiasi dan kepatuhan terhadap hukum internasional — serta mendesak kepemimpinan Iran untuk mencari solusi melalui perundingan," tegasnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan Khamenei bertanggung jawab atas program rudal balistik dan nuklir rezim Iran, dukungan terhadap kelompok proksi bersenjata, serta tindakan kekerasan dan intimidasi brutal terhadap rakyatnya sendiri.
“Kepergiannya tidak akan diratapi,” ujar Albanese kepada wartawan pada Minggu (1/3/2026).
Dia menambahkan, penilaian mengenai legalitas serangan akhir pekan terhadap Iran merupakan ranah AS dan pihak-pihak lain yang terlibat langsung dalam aksi tersebut.
Kendati begitu, dia menilai rezim Iran memang menimbulkan ancaman nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional. “Kami berharap tindakan yang telah diambil dapat mengarah pada penyelesaian yang cepat,” katanya.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan negaranya tengah berkomunikasi dengan mitra internasional dan menekankan perlunya menghindari, sebisa mungkin, eskalasi regional yang lebih luas.
“Australia tidak berpartisipasi dalam serangan tersebut,” katanya kepada wartawan pada Minggu di Adelaide.





