JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk menyelamatkan situ atau danau alami yang tersisa di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Upaya ini dilakukan di tengah penyusutan jumlah situ yang dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya risiko banjir. Dari ribuan situ yang sebelumnya tercatat, kini hanya tersisa 185 situ yang masih berada di bawah pengawasan BBWSCC.
Penyusutan tersebut dipicu oleh alih fungsi lahan dan perubahan tata ruang, di mana banyak kawasan situ berubah menjadi bangunan permanen seperti perumahan.
Baca juga: BBWSCC: Hilangnya Situ Jadi Penyebab Banjir Jabodetabek Semakin Parah
Kepala BBWSCC David Partonggo Oloan Marpaung mengatakan, pihaknya telah menyiapkan empat langkah utama untuk menjaga keberadaan situ yang tersisa.
"Pertama, lakukan kajian dan penetapan sempadan situ," tutur David dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (1/3/2026).
Penetapan garis sempadan dilakukan untuk memberikan kepastian batas kawasan situ, sehingga tidak lagi tergerus pembangunan di sekitarnya.
Langkah kedua adalah melakukan kajian penataan kawasan situ agar dapat berfungsi lebih optimal sebagai pengendali banjir alami.
Setelah kajian selesai, tahap ketiga adalah implementasi atau pelaksanaan penataan kawasan situ sesuai hasil kajian teknis.
Adapun langkah keempat adalah penguatan pemeliharaan situ yang telah ditata.
Dengan pemeliharaan yang berkelanjutan, BBWSCC berharap situ-situ yang tersisa dapat bertahan dan tetap berfungsi maksimal dalam menampung air hujan serta mengurangi limpasan ke sungai.
Baca juga: Situ Pengendali Banjir di Jabodetabek Menyusut, dari Ribuan Kini Tersisa 185
Upaya tersebut menjadi penting mengingat situ berperan sebagai kolam retensi alami yang membantu menahan air sementara sebelum mengalir ke sungai besar. Jika kapasitas tampung berkurang, risiko banjir di wilayah hilir Jabodetabek akan semakin meningkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang