Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, memberikan duka yang mendalam bagi rakyat Iran. Khamenei dikonfirmasi meninggal dunia pada Minggu (1/3) usai serangkaian serangan AS-Israel ke ibu kota Teheran, termasuk kompleks kediaman Khamenei.
Dilansir Reuters, warga Iran berkumpul di berbagai wilayah. Seperti di Ibu Kota Iran, Teheran. Para pelayat menangis sambil mengibarkan bendera Iran dan memegang foto Khamenei.
Kerumunan juga mengibarkan bendera duka cita di Lapangan Enghelab, Teheran dan Makam Imam Reza di Masyhad.
Iran telah menyatakan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur nasional setelah kematian Khamenei.
Presiden AS Donald Trump juga mengkonfirmasi kematian Khamenei dalam sebuah unggahan di Truth Social, menyebutnya sebagai ‘keadilan' bagi rakyat Iran dan Amerika.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyebut aksi itu sebagai ‘kejahatan besar’.
"Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang keras, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka," kata Garda Revolusi pada Minggu (1/3), sebagaimana dilansir AFP.
Garda Revolusi mengatakan bahwa mereka akan melancarkan operasi "paling ganas" dalam sejarah terhadap Israel dan pangkalan AS.
"Operasi serangan paling ganas dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan dimulai sebentar lagi," tulis Garda Revolusi di Telegram.





