Ekonom: Serangan Israel ke Iran Bisa Dorong Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS per Barel

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Serangan militer Israel ke Iran yang terjadi Sabtu (28/2/2026) dinilai berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menyebut eskalasi konflik dapat membawa harga minyak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Faisal menjelaskan bahwa saat ini harga minyak dunia masih berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun, jika konflik terus berlanjut dan tidak segera mereda, harga berpotensi naik ke level 80 dolar AS per barel.

Baca Juga :
Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara Usai Ali Khamanei Tewas dalam Serangan AS-Isral
Trump Ungkap Taktik AS-Israel Bunuh Khamenei dalam Serangan Presisi di Teheran

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa skenario terburuk bisa terjadi apabila distribusi minyak melalui Selat Hormuz mengalami gangguan. Jalur tersebut merupakan lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak global.

Kepulan Asap Pasca Serangan ke Iran
Photo :
  • Fatemeh Bahrami/Anadolu via Getty Images.

“Kalau sudah sampai 100 dolar per barel, itu masuk zona tinggi, rekor. Beberapa tahun terakhir kita tidak mengalami kenaikan setinggi itu, terakhir ketika awal perang Rusia-Ukraina,” kata Faisal dilansir dari ANTARA di Jakarta, Minggu (1/3/2026),

Potensi Konflik Meluas

Faisal menilai ketegangan antara Iran dan Israel berisiko berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas, terutama jika melibatkan Amerika Serikat secara langsung. Ia juga menyinggung kemungkinan dukungan dari China serta negara-negara lain yang berada di belakang Iran yang dapat memperpanjang eskalasi.

“Ada kemungkinan perang ini berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan,” ujarnya.

Dampak ke Harga BBM dan Inflasi

Menurut Faisal, lonjakan harga minyak global akan berdampak langsung pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. BBM nonsubsidi hampir pasti mengalami kenaikan mengikuti mekanisme harga pasar internasional.

Namun, yang lebih menjadi perhatian adalah potensi penyesuaian harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, yang banyak digunakan masyarakat menengah ke bawah.

“Peningkatan harga ini tentu saja berpotensi mempengaruhi inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat pada umumnya,” kata Faisal.

Situasi Geopolitik Memanas

Diketahui, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan korban sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :
Iran Janjikan Balasan Terberat dalam Sejarah Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Adu Kuat Narasi 'Sepuluh Hari' AS Vs Iran
Israel Sebut Sekertaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkani Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khamenei Tewas Diserang AS-Israel Saat Berada di Kantornya Sabtu Pagi
• 11 jam laludetik.com
thumb
Seruan Gencatan Senjata Menguat di Panggung Global Usai Kematian Khamenei
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Tersangka Pemerkosaan Piche Kota Masuk Rumah Sakit saat Mau Ditahan Polisi
• 58 menit lalukumparan.com
thumb
Israel Lanjutkan Gelombang Serangan, Langit Teheran Dipenuhi Asap
• 2 jam laludetik.com
thumb
Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Persib Bandung Ini Bakal Gantikan Thom Haye di Timnas Indonesia
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.