Ketegangan besar di kawasan Timur Tengah yang melibatkan serangan militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran telah memicu penutupan ruang udara di sejumlah negara. Hal ini membuat banyak maskapai menunda atau membatalkan penerbangan mereka, karena situasi yang tidak kondusif.
Dampak ini juga meluas dari maskapai besar Eropa hingga pengangkut regional di Asia dan Timur Tengah, menyebabkan gangguan serius pada jadwal penerbangan dan rute internasional.
Penutupan ruang udara oleh beberapa negara di Timur Tengah, seperti Iran, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar, membuat jalur penerbangan yang biasa dilalui menjadi tidak aman atau tidak tersedia bagi maskapai sipil.
Selain itu, otoritas penerbangan internasional banyak mengeluarkan imbauan keamanan dan larangan terbang atau anjuran untuk menghindari wilayah tersebut demi keselamatan penumpang dan kru.
Berikut maskapai yang batalkan atau tangguhkan penerbangan, imbas perang Iran-AS-Israel.
Emirates
Batalkan seluruh penerbangan dari dan ke Dubai hingga 1 Maret, pukul 15.00 waktu setempat.
Etihad
Batalkan seluruh penerbangan dari dan ke Abu Dhabi hingga 1 Maret, pukul 14.00 waktu setempat.
Qatar Airways
Batalkan seluruh penerbangan dari dan ke Qatar hingga situasi aman.
Saudia
Batalkan penerbangan ke Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar hingga 2 Maret, pukul 23.59 waktu setempat.
British Airways
Tangguhkan penerbangan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga 4 Maret.
Virgin Atlantic
Tangguhkan penerbangan dari London ke Dubai. Penerbangan ke India, Arab Saudi, dan Maldives juga akan memakan waktu lebih lama karena pengalihan rute.
Wizz Air
Tangguhkan semua penerbangan ke dan dari Israel, Abu Dhabi, dan Amman hingga 7 Maret.
Air France
Batalkan penerbangan ke Tel Aviv, Riyadh, Beirut, dan Dubai.
Lufthansa
Tangguhkan penerbangan ke Tel Aviv, Beirut, Amman, Erbil, Dubai, dan Abu Dhabi hingga beberapa hari ke depan.
Pakistan International Airlines
Tangguhkan penerbangan ke Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Doha untuk sementara waktu.





